Alpen Steel | Renewable Energy

~ Bahan Bakar Hidrogen Kini Dikembangkan

INDONESIA KEMBANGKAN BAHAN BAKAR HIDROGEN

Penggunaan bahan baku lokal untuk pengembangan teknologi saat ini sangat penting dalam menunjang pendaftaran hak paten, khususnya ketika hasil riset akan dikembangkan secara komersial.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ingin menerapkan hal ini, yakni dengan menggunakan bahan baku lokal dalam pengembangan teknologi fuel cell atau bahan bakar hidrogen yang disenyawakan dengan oksigen dari udara untuk menghasilkan listrik.

"Belajar dari pengalaman sebelumnya, terutama pada pengembangan produk teknologi modul surya, untuk saat ini kami terbentur hak paten yang dimiliki negara lain. Padahal, pengkajian dan penerapan modul surya di Indonesia sudah dimulai pada 1980-an," kata Chief Engineer Fuel Cell BPPT Eniya Listiani Dewi, Sabtu (16/6).

Menurut Eniya, pengembangan teknologi untuk mengubah sinar matahari menjadi arus listrik saat itu secara sistemik masih dengan komponen modul surya impor. Pengembangan untuk produksi komponen modul surya dengan bahan baku lokal sebenarnya dapat dilakukan.

Saat ini modul surya banyak diproduksi India dan China, kemudian menyusul Malaysia. Begitu pula negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia. Modul surya menjadi alternatif teknologi ramah lingkungan untuk memproduksi listrik dari sinar matahari.

Teknologi modul surya saat ini masih tergolong mahal karena ketergantungan produksi dari luar negeri. Kondisi demikian tidak diharapkan untuk pengembangan teknologi fuel cell, yang sudah dirintis sejak 2004-2005 dengan bahan baku lokal tersebut.

"BPPT sudah mampu membikin generator fuel cell dari bahan baku lokal, yang diharapkan nantinya dapat dipatenkan dan diproduksi secara komersial. Namun, saat ini masih terus diteliti untuk pengembangan kapasitas produksi listriknya," kata Eniya.

Generator fuel cell BPPT saat ini hanya mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 5 watt. Hingga akhir tahun ini diharapkan meningkat menjadi 50 watt.

Proses elektrokimia dalam teknologi ini meliputi adanya ion proton hidrogen yang diantarkan polimer bertemu ion oksigen pada katoda. Selanjutnya, dihasilkan energi panas dan limbah berupa air. Dari proses demikian dapat dihasilkan arus listrik DC, yang diubah dengan inverter menjadi arus AC untuk menggerakkan motor. Pada perkembangan lebih lanjut, jika kapasitas listrik yang dihasilkan memadai, dapat digunakan untuk penggerak alat transportasi. (NAW)


  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook