Alpen Steel | Renewable Energy

~ Proyek Renewable Energy Diincar AS

AS Incar Proyek Renewable Energy


Siap Bangun Pembangkit Listrik Skala Kecil


JAKARTA (BP) — Gejolak krisis finansial yang melanda Amerika Serikat (AS), tidak mengendurkan ekspansi perusahaan-perusahaan asal Paman Sam tersebut.


Kali ini, mereka mengincar proyek-proyek renewable energy (energi terbarukan) di Indonesia.


Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro usai membuka acara US-Indonesia Energy Forum 2008. Menurut dia, dalam forum tersebut, delegasi AS menyatakan ketertarikannya pada pengembangan renewable energy. ”Mereka memang getol dalam pengembangan energi baru dan terbarukan,’’ ujarnya di Jakarta kemarin (20/10).


Purnomo mengatakan, AS memang belum menyebutkan secara spesifik rencana investasinya. Meski demikian, mereka menyatakan komitmen untuk masuk dalam pengembangan pembangkit listrik skala kecil. ”Sekitar 5 sampai 15 MW, bisa dengan teknologi mikro hidro atau panas bumi,” katanya.


Selama ini, lanjut Purnomo, pembangkit listrik skala kecil tersebut banyak dibangun di luar Jawa, bahkan tidak sedikit yang berada di remote area. ”Biasanya proyek seperti ini dikerjakan perusahaan nasional atau lokal. Jadi kalau investor AS mau masuk, saya arahkan supaya mereka menggandeng perusahaan nasional,” terangnya.


Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H. Legowo menambahkan, delegasi AS juga menyatakan tertarik pada pengembangan pembangkit listrik swasta (IPP) tenaga panas bumi.


Sedangkan untuk renewable energy, sektor pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga bayu/ angin (PLTB), maupun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). ”Tentu hal ini menarik, karena mereka punya pengalaman di bidang itu,’’ ujarnya.


Terkait angka komitmen investasi, kata Evita, hingga kemarin masih belum dinyatakan oleh delegasi AS. ”Yang jelas, mereka tertarik berinvestasi di berbagai bidang, termasuk eksplorasi migas, pertambangan, hingga pembangunan pembangkit listrik dari proyek 10.000 MW tahap kedua,” katanya.


Sementara itu, Phyllis Genther Yoshida, Deputy Assistant Secretary for International Energy Cooperation US Department of Energy, mengatakan, pihaknya tertarik untuk menjalin joint cooperation dengan pihak Indonesia. ”Terutama untuk panas bumi dan renewable energy,’’ ujarnya.


Yoshida mengakui, pihaknya belum akan membicarakan detil proyek investasi. ”Kami ingin berdialog dulu terkait kebijakan pemerintah Indonesia. Kami ingin agar iklim investasi kondusif bagi kinerja perusahaan,” katanya. (jpnn)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook