Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTU 400 MW Dibangun KorSel

Korea selatan Bangun PLTU 400 MW di Sumsel

Konsorsium asal Korea Selatan akan membangun PLTU mulut tambang Bangko Barat berkapa?sitas 4 x 100 megawatt di Desa Lingga dan Keban Agung, Kabu?paten Muara Enim, Sumatera Se?latan. Proyek bernilai 500 juta dollar AS itu ditargetkan mulai dibangun akhir tahun 2007 dan beroperasi tahun 2011

Konsorsium terdiri dari Raja Wali Koresia, Hanwha Engine?ering and Construction, Korea Power Engineering, dan Korea Western Power Company. Pem?bangkit listrik tenaga uap (PLTU) itu disebut mulut tambang ka?rena berada di sumber bahan bakarnya, yakni tambang batu ba?ra milik PT Bukit Asam. Lokasi yang berdekatan dengan tambang memungkinkan terjaminnya pa?sokan batu bara.

Vice President Hanwha Engi?neering and Construction Tae Hoon Chung saat bertemu dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Syahrial Oesman, Selasa (13/3) di Palembang, mengemu?kakan, konsorsium akan men?danai proyek itu 30 persen. Se?lebihnya, dana berasal dari pin?jaman bank di Korea Selatan.

Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan konsorsium, per?mintaan listrik di Sumatera meningkat 11,9 persen per tahun. Tanpa pembangunan proyek pembangkit listrik swasta, diper?kirakan pada tahun 2010 di Su?matera akan terjadi krisis listrik. Apalagi setelah Sumatera Utara dan Selatan tergabung dalam ja?ringan interkoneksi.
Secara terpisah, General Ma?nager PLN Wilayah Sumsel, Jam?bi, Bengkulu (WS2JB) Dodoh Rahmat mengatakan, di seluruh Sumatera terdapat 33 proyek pembangunan pembangkit yang baru selesai tahun 2010-2011. Ka?rena itu, hingga kini masih terjadi krisis listrik.

Dodoh menambahkan, pada tahun 2007 PLN WS2JB meng?usulkan kepada direksi PLN pusat agar mendapat kuota sam?bungan baru 66.000 sambungan. Namun, belum diketahui apakah permintaan itu dipenuhi.

Sumber: KompasKonsorsium asal Korea Selatan akan membangun PLTU mulut tambang Bangko Barat berkapa?sitas 4 x 100 megawatt di Desa Lingga dan Keban Agung, Kabu?paten Muara Enim, Sumatera Se?latan. Proyek bernilai 500 juta dollar AS itu ditargetkan mulai dibangun akhir tahun 2007 dan beroperasi tahun 2011.

Konsorsium terdiri dari Raja Wali Koresia, Hanwha Engine?ering and Construction, Korea Power Engineering, dan Korea Western Power Company. Pem?bangkit listrik tenaga uap (PLTU) itu disebut mulut tambang ka?rena berada di sumber bahan bakarnya, yakni tambang batu ba?ra milik PT Bukit Asam. Lokasi yang berdekatan dengan tambang memungkinkan terjaminnya pa?sokan batu bara.

Vice President Hanwha Engi?neering and Construction Tae Hoon Chung saat bertemu dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Syahrial Oesman, Selasa (13/3) di Palembang, mengemu?kakan, konsorsium akan men?danai proyek itu 30 persen. Se?lebihnya, dana berasal dari pin?jaman bank di Korea Selatan.

Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan konsorsium, per?mintaan listrik di Sumatera meningkat 11,9 persen per tahun. Tanpa pembangunan proyek pembangkit listrik swasta, diper?kirakan pada tahun 2010 di Su?matera akan terjadi krisis listrik. Apalagi setelah Sumatera Utara dan Selatan tergabung dalam ja?ringan interkoneksi.

Secara terpisah, General Ma?nager PLN Wilayah Sumsel, Jam?bi, Bengkulu (WS2JB) Dodoh Rahmat mengatakan, di seluruh Sumatera terdapat 33 proyek pembangunan pembangkit yang baru selesai tahun 2010-2011. Ka?rena itu, hingga kini masih terjadi krisis listrik.

Dodoh menambahkan, pada tahun 2007 PLN WS2JB meng?usulkan kepada direksi PLN pusat agar mendapat kuota sam?bungan baru 66.000 sambungan. Namun, belum diketahui apakah permintaan itu dipenuhi.

Sumber: Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook