Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kanada Tawarkan Pemerintah PLTN

Kanada Tak Etis Menawarkan PLTN

Lima organisasi nonpemerintah menilai tawaran pemerintah Kanada
menjual pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) kepada Indonesia
sebagai tidak etis, dan menyerukan pemerintah PM Jean Chrestien agar
menarik kembali tawaran itu.

     Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Masyarakat Antinuklir
Indonesia (MAI), Forum Antinuklir Indonesia Bogor, Pelangi Indonesia,
dan Gugus Analisis Jakarta dalam siaran pers tanggal 19 Januari
menyayangkan maksud-maksud PM Chretien berdagang di Indonesia
melibatkan PLTN pula.

     Seperti diberitakan, dalam pertemuannya dengan Presiden Soeharto
hari Rabu (17/1) di Istana Merdeka, Chretien menyempatkan diri
menawarkan PLTN setelah mendapat kepastian menandatangani 50 kontrak
kerja sama antara para pengusaha kedua negara bernilai sekitar 1,5
milyar dollar AS (Kompas, 18 Januari).

     Dikaitkan dengan keprihatinan dunia atas kecelakaan PLTN Monju
Jepang dan makin menguatnya suara masyarakat Indonesia menolak
pembangunan PLTN, demikian siaran pers itu, Chretien menyempatkan diri
menjual PLTN selagi melakukan kunjungan di Indonesia merupakan
diplomasi yang salah fatal.

Tak Peduli
     Sikap Chretien yang tak memedulikan keselamatan rakyat Indonesia
dan hanya memikirkan keuntungan ekonomi Kanada dengan menjual PLTN,
menurut kelima organisasi, terlihat jelas pada niatnya mengekspor
teknologi sampah yang oleh Kanada dan negara industri lain sudah mulai
ditinggalkan karena terbukti membahayakan manusia dan lingkungan.
     "PM Kanada sungguh tidak peka terhadap keadaan masyarakat Asia

yang masih trauma dengan akibat penggunaan teknologi nuklir, apalagi
Indonesia yang kondisi geologisnya sangat tidak menunjang pembangunan
PLTN," demikian kelima organisasi.

     Kepada pemerintah Indonesia, kelima organisasi menuntut supaya
tidak mempertimbangkan PLTN sebagai alternatif pembangkit energi kalau
alasannya untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan
rakyat. Dengan menerapkan strategi DSM (demand side management,
pengaturan energi sisi konsumen) dan IRP (integrated resource
planning, perencanaan sumber daya energi secara terintegrasi) saja,
pertumbuhan industri tak akan mengakibatkan kelangkaan energi listrik.

Pengumuman Kontraktor
     Sementara itu Harian The Jakarta Post pekan lalu memberitakan,
Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) Djali Ahimsa
mengatakan pemerintah dalam waktu dekat akan mengumumkan kontraktor
pemenang yang akan membangun PLTN di Semenanjung Muria.
     Perusahaan-perusahaan yang akan memenangkan persaingan, menurut

Djali, berasal dari Jepang, Jerman, Kanada dan Perancis. Tapi, ia
menolak menyebutkan nama-nama perusahaan itu. "Setiap perusahaan punya
kesempatan sama untuk menang," katanya dalam sebuah seminar yang
diadakan Batan bersama Forum Industri Atom Jepang.

     Pada kesempatan itu Djali mengatakan, kalau studi kelayakan final
selesai Mei nanti, pembangunan PLTN di Semenanjung Muria akan dimulai
tiga tahun yang akan datang. Kepastian ini mengherankan sebab terkesan
menegasikan pernyataan Menteri Negara Riset dan Teknologi BJ Habibie
bahwa pembangunan PLTN sepenuhnya tergantung pada rakyat. Sementara
itu, koran-koran, radio, dan televisi di seluruh Indonesia hingga
berita ini diturunkan belum pernah memberitakan, referendum untuk
rencana pembangunan PLTN telah diadakan. (sal)

Sumber: Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook