Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTN Dijamin Aman Oleh Batan

Batan Jamin PLTN Aman
Badan Tenaga Nuklir Nasional menjamin keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN, yang menurut rencana akan dibangun di Muria, Jawa Tengah.

Sistem keamanan yang digunakan adalah konsep pertahanan mendalam atau defense in depth, yaitu mencegah dan mendeteksi secara dini adanya kecelakaan agar tidak terjadi lepasan radioaktif.

"Segala persyaratan untuk menjamin keselamatan PLTN tertuang dalam laporan analisis keselamatan. PLTN yang akan dipakai di Indonesia harus aman, dan pasti akan aman," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo seusai acara perayaan Hari Ulang Tahun Ke-49 Batan, Rabu (5/12) di Jakarta.

Cara menjaga radioaktif agar tidak terlepas ke lingkungan adalah dengan sistem pertahanan berlapis sebagai upaya pertahanan mendalam. Mulai dari bangunan yang dibangun berlapis, matriks bahan bakar, kelongsong, sistem pendingin, bejana reaktor, hingga lapisan paling luar, yaitu pengungkung.

Setelah memasuki generasi III, sistem keselamatan mengandalkan konsep human machine interface, yaitu sistem keselamatan yang otomatis. "Misalnya ketika terjadi gempa, kebakaran, atau ledakan, secara otomatis reaktor akan mati sehingga keamanannya terjamin," ujarnya.

Risiko terlalu besar

Ketua Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan Budi Sudarsono mengatakan, Pemerintah Indonesia masih belum menentukan limbah radioaktif yang disimpan akan diolah kembali atau hanya ditimbun sampai tak aktif lagi. Jika alternatif kedua yang ditempuh, berarti membutuhkan waktu hingga 40 tahun.

Sementara itu, pengampanye tambang dan energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Pius Ginting, menyampaikan, walaupun PLTN dinilai aman, risiko atau kerugian PLTN tetap lebih besar.

Pius mencontohkan, PLTN lebih boros air 35-80 persen ketimbang pembangkit listrik lain, angkanya dalam satu tahun mencapai jutaan liter. Ketika air yang telah digunakan dibuang ke laut, suhu yang tinggi dapat mengganggu ekosistem air.

Terhadap lingkungan, PLTN juga tidak memiliki andil pengurangan emisi yang signifikan. Dari sekitar 400 PLTN yang ada di dunia, jika jumlahnya dikalikan dua, hal itu hanya mengurangi efek gas rumah kaca 5 persen.

Secara ekonomi, nuklir justru membutuhkan dana lebih besar daripada energi terbarukan lain, seperti tenaga surya, angin, atau biofuel. Cadangan uranium di permukaan hanya bisa digunakan dalam jangka waktu 50 tahun, selebihnya harus menggali lebih dalam lagi yang berarti membutuhkan dana lebih besar. (A02)

Sumber : Kompas
 
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook