Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemerintah Akan Bangun Empat PLTN di Tanah Air

Empat PLTN Akan Dibangun (Pembatalan Proyek Harus Lewat Amandemen)

Hingga 2025, pemerintah akan membangun empat pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN di Tanah Air. Pembangunan PLTN merupakan kebijakan nasional, seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025.

Pembangun PLTN juga dipertegas dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Ini diungkapkan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman seusai orasi ilmiahnya di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (12/3).

”Bila satu pembangkit kapasitas produksinya 1.000-1.250 megawatt, berarti kita butuh paling sedikit empat PLTN. Kami sudah cari situsnya, yang ideal di utara Pulau Jawa dan selatan Pulau Kalimantan. Kami sudah siap semuanya, teknologi, dana, SDM, pengelolaan, lahan, dan keamanan,” ungkap Kusmayanto.

Undang-Undang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional menyebutkan, pada 2015-2019 Indonesia harus menghasilkan listrik dari PLTN. Peraturan Presiden Nomor 5 pada Januari 2006 menyebutkan, pada 2016 Indonesia sudah harus menghasilkan listrik dari PLTN.

Oleh karena itu, menurut dia, apabila ingin menghentikan rencana pembangunan PLTN, harus melalui amandemen Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Hingga kini rencana pembangunan PLTN masih memancing pro dan kontra.

”Undang-undang itu produk bersama eksekutif dan legislatif. Kalau ada undang-undang tidak dilaksanakan, kedua pihak salah. Pemerintah bisa di-impeach. Kalau tidak mau dilaksanakan, ubah dulu undang-undangnya,” papar Kusmayanto.

Meski begitu, Kusmayanto menambahkan, hingga saat ini pemerintah belum memutuskan apakah rencana pembangunan akan diteruskan atau tidak. Secara teori, pembangunan PLTN butuh waktu delapan tahun. ”Sampai hari ini kami belum putuskan go atau no go-nya, jadi atau tidaknya,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya rencana pembangunan jangka menengah yang menyebutkan 2016 sudah harus beroperasi sudah dilanggar karena butuh delapan tahun untuk pembangunannya.

”Kami ingin masyarakat mengerti dulu. Adanya pro dan kontra di media justru menjadi proses pendidikan efektif bagi masyarakat. Tidak perlu kami keluar uang, masyarakat sudah belajar sendiri sampai nantinya pro dan kontra mengerucut pada satu pilihan,” kata KuSolo, Kompassmayanto. (eki)

Solo, Kompas

Harian Kompas,  (Berita yang sama pula diterbitkan di Harian Media Indonesia)

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook