Alpen Steel | Renewable Energy

~ Tanggapan "Operasi PLTN Harus Ditolak"


''Operasi PLTN Harus Ditolak''

Kami ingin menanggapi pemberitaan "Operasi PLTN Harus Ditolak",
Kebijakan untuk menggunakan bauran energi (/energy mix/) diambil dengan hati-hati dan studi yang mendalam. Juga jadi pertimbangan adalah bahwa akan sangat berbahaya jika kita hanya menyandarkan diri kepada satu atau dua sumber energi saja. Hal ini telah pula diterapkan oleh banyak negara lain, yang bahkan memiliki cadangan migas dan batubara lebih banyak dari Indonesia, seperti Rusia, Amerika Serikat, dan segera menyusul, Australia. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional memuat bauran energi yang diharapkan akan tercapai di Indonesia pada tahun 2025. Perpres ini menyebutkan bahwa pada tahun 2025 pangsa energi nuklir adalah sekitar 2% dari keseluruhan penyediaan energi primer, atau 4% dari keseluruhan penyediaan energi listrik dan ini setara dengan 4.000 MWe.



Rencana introduksi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) itu sesuai dengan hasil studi perencanaan energi yang komprehensif dengan bantuan teknis IAEA. Semuanya telah diperhitungkan dengan cermat dan masuknya PLTN tersebut telah mempertimbangkan semua sumber energi alternatif yang ada, termasuk biofuel, tenaga air, panas bumi, surya, dan angin. Perlu diingat bahwa tanpa memasukkan opsi nuklir, sumber energi alternatif yang ada tidak akan mampu dengan bauran energi yang optimal mencukupi
kebutuhan energi listrik Indonesia di tahun 2025 yang besarnya sekitar 100.000 Megawatt.

Pemanfaatan energi nuklir bertumpu pada perkembangan teknologinya yang sudah tumbuh matang, dengan semangat berinovasi yang terus dekembangkan agar menjadi lebih aman dan selamat, lebih ekonomis, tahan terhadap proliferasi serta meminimalkan limbahnya. Karena nuklir memiliki intensitas energi yang tinggi, energi nuklir dapat diandalkan untuk mampu memenuhi kebutuhan energi saat ini maupun mendatang dengan skala daya yang besar tanpa mencemari lingkungan atau menyebakan pemanasan global. Seperti diketahui bahwa semua jenis teknologi akan mengandung risiko. Langkah yang lebih utama adalah bagaimana kita dapat
memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dengan menekan risiko serendah mungkin sehingga tidak membahayakan lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan prinsip yang kita pegang teguh, yang telah ditetapkan dalam kesepakatan internasional pemanfaatan energi nuklir dan dijadikan pedoman pemanfataan energi nuklir di Indonesia, sebagai berikut: "Risiko terhadap keselamatan dan kehidupan sosial sebagai akibat pengoperasian PLTN, paling tidak harus sebanding atau lebih rendah dari pada risiko yang diakibatkan oleh teknologi lainnya yang bersaing dalam menghasilkan listrik serta tidak memberikan tambahan risiko lainnya yang cukup berarti terhadap kehidupan sosial".

Pemanfaatan energi nuklir selalu mengutamakan keselamatan dengan menerapkan prinsip pertahanan mendalam (/defence in depth/) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Mampu mencegah insiden yang mungkin dapat menjalar menjadi kecelakaan, (2) Mampu mendeteksi dini adanya insiden dan mematikan reaktor secara otomatis, (3) Memiliki sistem keselamatan terpasang yang mencukupi untuk mencegah terjadinya insiden dan untuk menanggulangi konsekuensinya.

Bantuan dana yang diberikan oleh IAEA dalam pengembangan pemanfaatan nuklir di Indonesia tidak ada kepentingan bisnis apapun dan BUKAN hutang yang harus dibayarkan kembali. Indonesia adalah salah satu anggota yang telah meratifikasi Traktat Nonproliferasi Nuklir (NPT). Traktat ini berdasarkan pada dua pilar: nonproliferasi dan pelucutan senjata. Berdasarkan kesepatan NPT dan kesepakatan turunannya, IAEA berhak memeriksa untuk membuktikan bahwa suatu negara hanya akan mengembangkan nuklir untuk kepentingan damai.

Kerja sama teknis dalam persiapan pembangunan PLTN dengan IAEA dilakukan atas permintaan kita (Presiden), dan IAEA hanya memberi bantuan expert serta software yang tervalidasi. Sehingga kita tidak mempunyai hutang apa-apa kepada IAEA. Sesuai dengan statutanya, IAEA tidak memiliki kepentingan bisnis apapun serta bantuannya
tidak mengikat.

Humas-BATAN

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook