Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTN Diperkirakan Menimbulkan Masalah

PLTN Lebih Banyak Menimbulkan Masalah

Pembangunan PLTN di Indonesia diperkirakan akan lebih banyak memunculkan masalah daripada manfaatnya. Karena itu, sebaiknya rencana pembangunan PLTN dibatalkan.

Ketua Masyarakat Rekso Bumi Lilo Sunaryo PhD, Direktur Program Magister Lingkungan Perkotaan Universitas Katolik Soegijapranata Prof Budi Widianarko, dan ahli fisika nuklir, Iwan Kurniawan, dalam suatu acara tayang bincang, Rabu (27/2) di Semarang, mengatakan, pemerintah sebaiknya berpikir ulang untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Menurut mereka, sebaiknya memanfaatkan sumber energi alternatif lainnya untuk memproduksi listrik.

Menurut Lilo, berbagai kalangan baru menyadari risiko penggunaan batu bara terkait dengan pemanasan global serta dampak negatif pestisida setelah bertahun-tahun menggunakannya. Bukan mustahil, dampak negatif pembangunan PLTN pun akan berlangsung seperti itu.

Oleh karena itu, Lilo cenderung mengimbau pemerintah untuk melihat energi alternatif, seperti biodiesel, tenaga air, dan tenaga panas bumi yang potensinya masih besar di negeri ini. Di sisi lain, kata Lilo lagi, kesiapan sumber daya manusia untuk membangun dan mengembangkan teknologi PLTN pun masih sangat minim.

Budi Widianarko mengatakan, pilihan pengembangan PLTN sebenarnya pilihan yang persentasenya kecil. Ia heran tentang adanya desakan membangun PLTN karena pembangunan pembangkit listrik jenis ini merupakan pilihan terakhir.

"Pilihan teknologi PLTN merupakan pilihan yang tidak meyakinkan. Sampai sekarang juga belum ada teknologi untuk mengendalikan senyawa yang keluar dari reaktor bila senyawa itu lepas," kata Budi.

Banyak musibah

Iwan Kurniawan yang alumnus Universitas Tsukuba Jepang untuk bidang fisika nuklir mengatakan, sudah banyak musibah yang terjadi di negeri ini.

"Apakah kita ingin menambah penderitaan masyarakat dengan kecelakaan nuklir? Efek radiasi pada manusia dan hewan tidak ada obatnya. Dampak kerusakan lingkungan tidak mudah untuk diperbaiki," katanya.

Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas Badan Tenaga Atom Nasional Ferhat Aziz mengatakan, alternatif nuklir patut dipertimbangkan sebagai salah satu diversifikasi yang dapat menghambat pengurasan sumber daya alam. "Marilah kita merenung sejenak, apakah cadangan kekayaan alam yang saat ini masih kita miliki akan mencukupi untuk anak cucu kita di masa mendatang," katanya. (MAR)

Sumber: Kompas

Semarang, Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook