Alpen Steel | Renewable Energy

~ Komik Yang Mengkritik PLTN

 Hentikan Pembangunan PLTN Sebelum Dimulai

Semua tampilan didominasi hitam, kelam, suram. Seakan hendak menggambarkan suatu kondisi tanpa harapan. Namun, dalam satu kolom penceritaan tersuar cahaya lampu dari sebuah perpustakaan. Dari ruangan itulah, di mana ada 2 remaja Hidam dan Jaumai, harapan di masa depan masih terukir. Tak salah jika komik tersebut diganjar judul "Nuclear Meltdown. Pesan dari Kegelapan."

Di awal komik karangan Marto tersebut digambarkan situasi masa depan bumi yang hancur akibat dampak pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Indikasinya tercatat jelas di bagian pengantar, dikatakan di sana Jepang yang telah memiliki lebih dari 55 instalasi PLTN sejak tahun 1970-an ternyata mulai tahun 2002 masyarakat Jepang menolak proyek ini.

"Karena mulai tahun 2000-an muncul penyakit kanker tiroid dan leukimia yang menurut keterangan dokter rumah sakit setempat diduga kuat sebagai dampak radiasi jangka panjang PLTN Hamaoka," tulis Nuruddin Amin, pendiri Muria Institute, lembaga yang bekerjasama dengan organisasi konservasi alam dunia Greenpeace dalam menerbitkan komik ini.

Seolah termotivasi oleh fakta yang terjadi di Jepang terkait dengan PLTN, Hidam dan Jaumai atas permintaan Profesor Bayu menyelinap ke Perpustakaan Negara. Di sana mereka diminta mengambil CD (compact disk) yang disimpan dalam sebuah buku karangan Profesor Surya, ayah Bayu.

"Ini satu-satunya informasi yang terselamatkan tentang nuklir dan dampak buruknya. Ayahku, Profesor Surya yang dulu bekerja di Badan Nasional untuk Pemakaian Tenaga Atom Indonesia (Banaspati) dengan pintar menyimpannya," kata Bayu kepada kedua remaja yang berhasil mengambil barang yang dimaksud (7).

Selanjutnya, buku yang ilustratornya Imbong Hadisoebroto dan Gerry Obadiah Salam ini mengisahkan bahwa CD tersebut juga menceritakan keindahan planet bumi tetapi di dalamnya juga ada bukti kebodohan pemerintah karena membangun PLTN. Lalu mereka berdua diutus oleh Bayu untuk ke bumi dengan misi menjaga keindahan planet bumi. Dalam hitungan detik, Bayu menyetel waktu tujuan ke tahun 2009, tempat Hidam dan Jaumai menjalankan misinya menyelamatkan bumi.

ZZAAAP!!! Sesaat kemudian mereka berdua sudah masuk ke tahun 2009 dan disambut oleh Surya, Bayu anaknya Surya yang masih menjadi aktivis lingkungan dan Dr. Iyon seorang Radiolog. Surya menceritakan bagaimana sulitnya mencegah para elite pempinan dunia untuk mencegah beroperasinya PLTN.

"Aku ciptakan mesin waktu ini untuk mengambil bukti di masa depan. Jadi apa kabarnya masa depan?" (13). Dengan tegas dan lugas Hidam menceritakan suramnya bumi di masa depan akibat nuklir: badai besar dan banjir, kelaparan dan penyakit, pencemaran radioaktif yang meracuni air dan tanah. Sebagai perbandingan, mereka berdua diajak Bayu jalan-jalan melihat alam Indomesia tahun 2009 yang indah. Tanah menghijau. Laut yang masih membiru dengan udara yang segar.

Yang menarik ketika mengunjungi sebuah desa, ternyata energi yang dimanfaatkan mereka didapat dari energi terbarukan seperti kincir angin dan mikrohidro. "Mereka menolak PLTN. Energi terbarukan seperti matahari, angin, dan air adalah sumber yang aman dan bersih. Tapi pemerintah sepertinya nggak memiliki visi perubahan. Lebih memilih sumber energi yang mahal dan berbahaya. Apalagi limbahnya sangat radiatif selama ribuan generasi," kata Bayu (16).

Situasi asri ini terancam karena ada 3 trouble maker yang bisa merusaknya. Mereka disajikan pengarang seolah mewakili 3 kekuatan utama dalam mempengaruhi Indonesia supaya mengegolkan Proyek PLTN di Muria, Jepara, Jawa Tengah. Mereka adalah Prof Park Kai Nuk, seorang profesor Korea yang selalu mempromosikan nuklir dan meremehkan bahayanya. Lalu ada Jenderal Fat Man seorang militer Amerika yang terus menekan RI untuk kerjasama dengan pemeritah AS. Dan Anne L'Areve seorang perempuan mata-mata Perancis yang tak henti-hentinya mempromosikan teknologi niklir Perancis.

Mengingat bahaya di depan mata dan mengancam bumi di masa depan, maka bak cerita kepahlawanan Hidam dan Jaumai menerobos Pertemuan Tingkat Tinggi para pemimpin negara, sekalipun telah diteror. Dalam pertemuan itu, Jenderal Fat Man beserta sekutunya hendak menyakinkan dunia kalau PLTN aman dan bersih. Melalui upaya penyusupan dan sabotase bak James Bond, di saat Fat Man memberi presentasi di hadapan para pemimpin dunia, tiba-tiba presentasinya diubah oleh mereka berdua.

Dari presentasi yang hendak meyakinkan PLTN aman berubah menjadi pesan penting dari masa depan yang mengetengahkan bahayanya nuklir dari proyek PLTN. Di akhir pesan dengan di-bold, "Jangan khawatir. Anda punya pesan kemampuan untuk mengubah masa depan diakhir".

Komik yang hanya dicetak 1.500 ini adalah bentuk mengkampanyekan bahayanya nuklir bagi kehidupan manusia. PLTN sangat bahaya, jauh lebih baik kebutuhan energi dipenuhi dari sumber energi terbarukan seperti angin, sinar matahari, dan mikrohidro. "Indonesia sangat berpotensial dengan sumber energi terbarukan. Kenapa harus ngotot dengan proyek PLTN yang mahal dan berbahaya," kata Tessa de Ryck, Juru Kampanye Nuklir Greenpeace Regio Asia Tenggara yang ditemui seusai peluncuran komik Nuclear Meltdown. Pesan dari Kegelapan, Jakarta, Minggu (21/6).

Menurut Tessa kenapa kampanye ini dilakukan melalui komik supaya menarik minat para remaja. Para remaja dinilai kurang banyak mencerap pengetahuan bahaya yang ditimbulkan nuklir, termasuk PLTN. "Mereka tidak tahu tragedi Chernobyl. Dan kita lihat industri nuklir sedang memanfaatkan ketidaktahuan itu," ungkap Tessa.

Chernobil adalah tragedi kecelakaan nuklir paling buruk yang telah menghancurkan kehidupan jutaan orang di Rusia bagian Barat, Belarusia dan Ukraina. "Stop It Before It Starts (Hentikan pembangunan PLTN, sebelum dimulai)," pesan masyarakat Hamaoka yang telah merasakan akibat buruk PLTN.

JAKARTA, KOMPAS.
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook