Alpen Steel | Renewable Energy

~ Membangun PLTN Belum Saatnya

Belum waktunya bangun PLTN

Pemerintah diminta jangan ngotot untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Muria, Kudus. Masih banyak sumber alam lainnya yang bisa dijadikan tenaga pembangkit listrik, yang hampir sama murahnya dengan nuklir seperti batu bara, gas, bahkan ada yang gratis yakni tenaga matahari dan angin.

“Indonesia belum waktunya membangun PLTN. Selain tingkat bahayanya sangat tinggi ka-lau terjadi kebocoran nuklir seperti di Chernobyl (Rusia) dan Bhopal (India), Indonesia punya sumber daya alam yang bisa dijadikan sebagai pembangkit listrik,” kata Dedy Sutomo, anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan kepada Wawasan pagi tadi di Jakarta.

Apalagi, menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini, Pulau Jawa merupakan salah satu wilayah Indonesia yang rawan gempa. Bahkan menurut sebuah hasil penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) lempengan bumi di daerah Muria sudah bergeser, sehingga sangat memungkinkan terjadinya gempa.

“Kalau begitu apa pemerintah bisa menjamin PLTN di Muria itu bisa aman. Apa nantinya nggak seperti Chernobyl atau Bhopal,” tandas aktor film ini.

Kebocoran
Dia mempertanyakan, berapa ribu bahkan jutaan rakyat Indonesia yang akan tewas dan cacat apabila terjadi kebocoran reaktor nuklir tersebut. Sebaiknya pemerintah lebih mendahulukan segi keamanan, dalam membangun sebuah proyek pembangkit listrik.

Diakui, memang Indonesia sangat membutuhkan cukup besar tambahan tenaga listrik di masa depan. Tapi bukan berarti kita harus membangun PLTN yang belum ada jaminan bisa aman. “Kan masih ada sumber daya alam seperti gas, batu bara, bahkan matatahari, gelombang laut dan angin bisa dijadikan sebagai sumber tenaga pembangkit listrik,” katanya.

Menurutnya, lebih baik menggunakan dulu sumber daya alam yang ada dan aman. Nanti kalau memang sumber alam itu sudah habis, baru bisa membangun tenaga nuklir. “Jangan asal murah, lalu kita ngotot membangun PLTN,” katanya.

Dedy yang juga seorang budayawan menyayangkan para pakar nuklir dan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) yang begitu ngotot supaya Indonesia membangun PLTN. “Saya jadi curiga dengan mereka, ada apa kok mereka begitu ngotot supaya dibangun PLTN. Jangan-jangan memang ada intervensi asing,” katanya.

Lagi pula, katanya, rencana pemerintah meneruskan pembangunan PLTN itu sangat kontradiktif dengan sikapnya mendukung resolusi PBB terhadap Iran.

 

ary-yan, JAKARTA

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook