Alpen Steel | Renewable Energy

~ Proyek PLTN Membutuhkan Keselamatan

Kebutuhan safety tidak hanya PLTN

Kita tahu bahwa safety (keselamatan) saat ini paling sering didahulukan dalam setiap project. Berapapun keuntungannya kalau tingkat safetynya tidak memenuhi syarat, maka proyek dapat dibatalkan. Pembangunan serta pengoperasian PLTN juga mengalami hal yang sama, tingkat keselamatan (safety)-nya harus dudahulukan. Tapi sayangnya PLTN ini sepertinya sudah menjadi issue yang sulit ditelaah kebenaran “potensinya“, baik potensi keberhasilannya dan potensi bahayanya. Salah satunya adalah potensi penggunaan energi nuklir sebagai senjata yang menjadikan issue nuklir berkembang menjadi issue berdimensi banyak. Bahkan ada yang menggeser dan menggelindingkan issue agama … waddduh !

Kalau konsen kita benar-benar murni keselamatan, maka PLTN bukanlah sesuatu yang lebih bahaya dengan proyek-proyek instalasi industri yang lain. Namun sebaliknya justru karena selama ini PLTN sudah terbiasa di hantam sana-sini, saya yakin justru instalasi PLTN nantinya akan merupakan sebuah instalasi yang aman.

Kesadaran Listrik di Malaysia lebih buruk dari IndonesiaIni hanya sebagai ilustrasi saja yang mungkin akan kedengaran aneh bagi yang selama ini di Indonesia. Saya membandingkan dua negara tetapi mengambil porsi yang setara, yaitu Listrik di Jawa dan Listrik di Peninsular Malaysia, keduanya merupakan kawasan yang sangat membutuhkan listrik. Di Malaysia mereka bilang api (api=listrik). Selama di Malaysia saya mengalami listrik mati secara regional dua kali (2003 dan 2005), maksudnya listrik seluruh semenanjung peninsular Malaysia ini mati-total (blackout). Sedangkan selama di Indonesia (di Jakarta) sepuluh tahun terakhir, kalau tidak salah listrik Jawa-Bali mati baru sekali.

Kemarin ketika di Jakarta, ada kawan IT di kantor Jakarta memasang Uninterruptible Power Supply (UPS) saya tanya “sebenarnya untuk apa sih ?” … diskusi berkembang akhirnya terkuak bahwa di Malaysia ini justru lebih banyak gedung yang tidak memiliki GenSet sendiri. Mereka yang di Malaysia ini benar-benar mengandalkan PLN (PNB-Jawatan Letrik), padahal kenyataannya listrik di KL ini stabilitas voltage-nya tidak lebih stabil dari listrik di Jakarta. Sudah banyak rekan-rekan IT mengeluhkannya. Tetapi berita kelemahannya ini tidak pernah mencuat dikoran atau media.

Selama ini yang namanya mengalami listrik mati dirumah di KL maupun di dalam gedung di KL ini justru lebih sering ketimbang sewaktu di JKT. Mengapa saya bilang “kesadaran listrik” Indonesia lebih bagus ? Ya, di Indonesia hampir tiap hari kita bisa melihat seberapa besar kebutuhan listrik di Jawa (tapi kok hari ini aku ngga bisa akses kurva beban.

Termasuk kalau akan ada penggiliran, kita akan “alert“karena media selalu akan memberitakannya. Walaupun dengan misuh-misuh, tetapi ada kesadaran akan keterbatasan penyediaan listrik.

Akhirnya dengan memiliki “kekhawatiran” ini justru menimbulkan “kewaspadaan” ekstra. Kewaspadaan inilah yang merupakan safety faktor positipnya. Nah, kalau saja kekhawatiran ini dibandingkan dengan kekhawatiran PLTN, saya rasa akan sama.

Seorang kawan dari bagian hukum (legal) punya istilah lain lagi. Di Indonesia ini WYSWYG (What you see is what you get), apapun yang anda lihat di Indonesia ya itulah adanya. Sedangkan di Malaysia masih belum bisa menemukan berita seadanya di medianya. Mungkin rakyatnya sendiri belum sesiap seperti tetangganya di Indonesia ini. Berita dari Antara ini mungkin membuka wacana anda. Namun juga harus disadari, seringkali keterbukaan dan kebebasan berekspresi di Indonesia ini juga diselewengkan dengan hanya menyebarkan yang negatip saja. Seharusnya kita juga berani menguak yang benar selain berani menguak yang salah.

Saya suka sekali dengan “menguak seluk dan beluknya” PLTN ini apa adanya, dengan demikian kita semua akan tahu apa adanya, dan seadanya, tanpa mengada-ada. Semakin PLTN dikuak, semakin banyaklah kita belajar darinya. Sehingga ketika PLTN dibangun tahun 2009 nanti semua sudah siap !!

 Uninterruptible Power Supply(UPS)Group JAKARTA.

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook