Alpen Steel | Renewable Energy

PLTN jadi dibangun? Yang benar nih?

Membaca tulisan Jalan Sutera tentang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), saya kaget. Saya baru tahu kalo pemerintah akhirnya berani mengiklankan secara terbuka isu sensitif ini ke publik melalui iklan di tv. Maklum saja, saya tidak punya tv dan jarang menontonnya.

Saya jadi ingat masa-masa kuliah di Teknik Nuklir dulu. Pada tahun pertama dan kedua, sebagian besar dari kami, para mahasiswa, bercita-cita setelah lulus bekerja di PLTN. Kelihatannya keren dan wah! Menurut informasi yang beredar waktu itu, PLTN akan dibangun sekitar tahun 1998.

Namun, guratan nasib menentukan lain. Sampai saya dan teman-teman lulus, PLTN belum juga dibangun. Tuntutan hidup memaksa saya dan juga teman-teman yang lain, mau tak mau, mencari pekerjaan di luar kenukliran. Dan terdampar lah saya di tempat lain yang sama sekali tak berhubungan dengan nuklir. Sebagian yang lain terserak dimana-mana. Sebagian sukses, dan sebagian sisanya entah.

Membahas jadi dan tidaknya PLTN dibangun, sebenarnya saya tak terlalu yakin. Seminar tahun 2005 lalu yang diselengggarakan MIPA ITB di Bandung dengan mengundang petinggi-petinggi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), pakar-pakar dari Tokyo Institut of Technology Jepang dan peneliti-peneliti nuklir UGM tidak menemukan titik terang.

Semua panelis waktu itu sepakat, bahwa Indonesia akan mengalami krisis energi yang serius pasca 2015. Untuk itu, mereka merekomendasikan PLTN harus mulai dibangun tahun 2008 atau maksimal 2010. Pembangunan PLTN itu sendiri memakan waktu 5-8 tahun hingga operasi ekonomisnya, tergantung jenis dan dayanya. Menurut perkembangan terbaru, bisa lebih cepat lagi. (Ndoro Seten, tolong koreksi kalau salah.)

 Sedikit melihat ke belakang, sejak jamannya Sukarno, rencana pembangunan PLTN sudah digagas. Siwabessy adalah ahli nuklir pertama yang dilahirkan dari ambisi ini. Namanya diabadikan menjadi nama sebuah reaktor penelitian di BATAN Serpong.

Tahun 70-an, kita sudah memiliki cukup banyak ahli nuklir yang kemudian bersama-sama membuat buku yang kemudian menjadi salah satu kitab suci pengajaran di Teknik Nuklir, “Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir”, di sponsori oleh BATAN. Untuk lebih mendukung ide itu, pada tahun 1977 didirikanlah Teknik Nuklir, dengan pengajar sebagian dari BATAN. Penelitian tentang struktur tanah pada tahun 70-an menyimpulkan: lokasi pembangunan PLTN terbaik berada di Tanjung Muria, Jepara.

Suharto mencanangkan, akhir tahun 90-an merupakan awal dibangunnya PLTN. Namun, krisis moneter yang maha dahsyat melengserkannya lebih dulu. Ide tentang PLTN pun ikut menguap.

Meski demikian, ide pembangunan PLTN tidak pernah benar-benar mati. Bahkan persaingan penyedia PLTN dalam merayu Indonesia masih terasa hingga sekarang. Jepang, Korea, negara-negara Eropa dan Kanada. Bahkan rasan-rasan dengan beberapa orang yang saya rasa cukup kompeten mengatakan, sebenarnya kita sudah pasti akan menggunakan reaktor dari Kanada (CANada Deuterium Uranium, CANDU).

Masalahnya dari dulu selalu sama, BATAN (dan juga BAPETEN yang lebih baru) bukanlah lembaga pengambil keputusan. Selama ini isu PLTN lebih berbau politis, sehingga keputusan itu pun bersifat politis. Keputusan presiden tergantung DPR, DPR tergantung uang, tekanan media, LSM, masyarakat dll. Belum lagi tekanan internasional.

Yang meragukan bagi saya adalah: “Kalo memang benar akan dibangun, kapan dan siapa yang berani memulainya?”.

Presiden-presiden terdahulu tidak ada yang berani mengambil keputusan itu. Akan kah SBY berani? Mari kita lihat bersama…

Dikutip dari website salah satu alumni Teknik Nuklir UGM angkatan 1996

Much. Syefulloh

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook