Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTN Tepatkah Bagi Indonesia Saat Ini

APAKAH PLTN TEPAT UNTUK INDONESIA SAAT INI

Studi kelayakan pembangunan PLTN sudah dilaksanakan sejak th 1970-an, mengalami beberapa pemutakhiran. Studi terakhir, Comprehensive Assessment of Different Energy Sources for Electricity Generation (CADES) diadakan tahun 2001/2002 selesai tahun 2003, dibantu oleh IAEA, satu-satunya studi yang juga mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat dan lingkungan. Asumsi utamanya antara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia 6%, harga minyak 25 USD/barel, pertumbuhan penduduk 1,4%. Hasilnya, PLTN kompetitif terhadap PLTU batubara, diintroduksi th 2016 untuk jaringan JAMALI. PLN membuat studi sendiri tahun 2005, yang memperkuat hasil studi lainnya dengan asumsi yang hampir sama dengan CADES yaitu pertumbuhan listrik 7%/tahun. Penggunaan BBM dan gas tidak dipertimbangkan karena alasan yang sudah jelas, panas bumi kurang menarik bagi investor asing karena resiko ekonomi yang tinggi. Maka pada tahun 2025 diperlukan 126 juta ton batubara/tahun. Dari segi logistik tidak terbayangkan. Solusinya mulai tahun 2014 tiap tahun dibangun satu PLTN 1000 MWe sampai tahun 2025. UU No.10 th 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional mengamanatkan PLTN pertama beroperasi antara tahun 2015 - 2019, yang merupakan bauran energi jangka panjang yang berubah selama periode 2005 - 2025. Amanat UU ini sangat konservatif. Pesan dari uraian ini adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik pada saatnya, pembangunan PLTN tidak dapat ditunda apalagi diabaikan.

Masalah-masalah teknis ekonomis tidak mungkin diuraikan dalam batasan ruang yang diberikan. Namum mudah disimpulkan bahwa hal-hal tersebut pasti sudah dikaji dengan hasil positif oleh lebih dari 30 negara dunia yang mengoperasikan 439 PLTN saat ini. Malaysia, Thailand dan Vietnam merupakan negara-negara yang serius merencanakan pembangunan PLTN disamping Indonesia di Asia.

Ada sebagian masyarakat yang menentang pembangunan PLTN hal mana wajar dalam alam demokrasi. Diskusi panel 28 November 2007 dengan tema “Persimpangan Jalan Pembangunan PLTN di Indonesia” dengan fokus masalah-masalah non-teknis oleh panelis tokoh-tokoh masyarakat non pejabat yang tidak diragukan lagi integritas dan kredibilitasnya, yaitu kajian dari aspek-aspek politik, ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, dan pendapat pengusaha, yang terdiri dari A.Syafii Ma’arif, Erlangga Hartarto (diwakili oleh Hendarso Hadi Parmono), Arifin Panigoro (diwakili oleh Hilmi Panigoro), Komaruddin Hidayat dan Sarwono Kusumaatmadja, dengan moderator Parni Hadi. Ditengarai pada saat ini persepsi sebagian publik cenderung negatif, hal mana dapat diubah antara lain dengan mengangkat isu tingginya harga minyak, dampak lingkungan dari perubahan iklim, kebutuhan energi terus meningkat, serta mempertinggi posisi tawar Indonesia di mata internasional.

Diskusi Panel meyimpulkan:

“Para pakar peserta diskusi panel dan pembicara menyatakan setuju agar hasil diskusi Panel ini segera ditindak-lanjuti, sehingga terwujud kebijakan go nuclear. Namum pelaksanaanya harus hati-hati dan didukung dengan mengintensifkan kegiatan sosialisasi pada masyarakat luas. Penguasaan teknologi keselamatan dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh, agar pembangunan dan pengoperasian PLTN berlangsung secara aman. Hal yang lebih penting dari semua ini adalah komitmen pemerintah terhadap pembangunan PLTN”.

Pembangunan PLTN memerlukan waktu siap yang relatif panjang (sekitar 8-10 th) serta memerlukan komitmen pemerintah jangka panjang, maka diperlukan “political will” untuk mencanangkan kebijakan go nuclear yang sekarang tepat waktu, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. Disamping untuk memenuhi amanat UU, PLTN juga salah satu sarana untuk menyediakan listrik yang cukup dengan harga terjangkau, hingga antara lain dapat mensejahterakan masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran serta membuat optimal penggunaan sumber daya alam. Pada seluruh masyarakat diharapkan dengan sikap obyektif dan rasional dapat mendukung pembangunan PLTN.

 

 
  • heri latief  yg kaya adalah yg punya pltn
  • upha  nuklir
  • Septian Hornas  PLTN? Knp Nda PLTM?
  • panca  bukan tidak sepakat
 

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook