Alpen Steel | Renewable Energy

~ Menuju PLTN Pertama Nasional

MENUJU PLTN PERTAMA INDONESIA

1. Energi Mix Nasional
Seperti diketahui bahwa kebutuhan energi
nasional diproyeksikan akan meningkat dengan
sebesar + 2 kali lipat pada tahun 2025 , dan sektor
industri diperkirakan akan menjadi yang terbesar
dengan mengkonsumsi sekitar 45% dari total
kebutuhan energi primer. Sedangkan untuk
memenuhi kebutuhan listrik, khususnya di Jawa-
Madura-Bali yang mengkonsumsi hampir 70% listrik
nasional, diperkirakan akan tumbuh sekitar 3,5 kali
lipat, dengan energi batubara yang masih menjadi
andalan utama, meskipun penggunaan energi lain
sudah dioptimalkan, termasuk penggunaan energi
nuklir.
Gambar 1. Bagan Energi Mix Nasional
2. Roadmap
Persiapan rencana pembangunan PLTN sudah
dipersiapkan BATAN sejak tahun 90-an, dan
kemudian digiatkan kembali tahun 2002, dengan
melakukan studi perencanaan energi jangka panjang
tahun 2000 – 2025 berupa studi CADES
(Comprehensive Assessment of Different Energy
Sources for Electricity Generation in Indonesia) yaitu
Pengkajian Secara Komprehensif Tentang Berbagai
Sumber Energi Untuk Pembangkitan Listrik di
Indonesia yang berkoordinasi dengan instansi lain.
Studi CADES sudah memasukkan parameterparameter
ekonomi terbaru (setelah masa krisis
ekonomi).
Berdasarkan beberapa studi kelayakan lain
yang dilakukan oleh beberapa instansi dan hasilnya
telah diolah di PTE (Panitia Teknis Energi) dan telah
pula dibahas di Bakoren (termasuk hasil CADES),
yang selanjutnya menjadi dasar penetapan Perpres
No. 5 Tahun 2006 tentang KEN, bahwa pemanfaatan
energi nuklir untuk kelistrikan nasional sudah harus
berpartisipasi dengan beroperasinya PLTN pertama
pada tahun 2016/2017, yang selanjutnya diikuti
dengan PLTN kedua, ketiga dan keempat.
Gambar 2. Roadmap PLTN Indonesia
Berkaitan dengan rencana pembangunan
PLTN tersebut, BATAN sebagai LPND yang
bertanggungjawab terhadap pemanfaatan energi
nuklir di Indonesia, mempersiapkan hal-hal teknis
berupa Studi Kelayakan, khususnya yang terkait
dengan kelayakan tapak PLTN dan dokumen SER
(Site Evaluation Report) (untuk Ijin Tapak),
penyusunan dokumen URD (User Requirement
Document), dokumen PSAR (Preliminary Safety
Analysis Report) (untuk ijin Konstruksi),
dokumen BIS (Bid Invitation Spesification),
dokumen rencana komisioning atau DRK (untuk
ijin komisioning tahun 2015), dokumen rencana
operasi atau DRO (untuk ijin Operasi tahun
2016/2017).

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook