Alpen Steel | Renewable Energy

~ Negara Minyak Melirik Energi Nuklir


 Negara minyak mulai melirik PLTN/nuklir?

Bandung (4/3/09). Perencanaan energi harus tidak dibatasi untuk dekade 20 atau 30 tahun, namun harus komprehensif untuk jangka panjang 50 tahun atau lebih. Pertumbuhan jumlah penduduk meningkat dari 204 juta menjadi 250 juta pada tahun 2025 dan pertumbuhan ekonomi melalui APBN mengharuskan penyediaan energi yang memadahi. Kebutuhan energi nasional antara suplay dan demand yang berwawasan Lingkungan merupakan hal mengemuka pada Seminar Nasional Pengembangan Kebijakan, Manajemen, dan Teknologi Energi dan Lingkungan dalam rangka Sarasehan Nasional Mencari Solusi untuk bangsa, berlangsung di Aula Barat Kampus ITB pada tanggal 4 s.d 5 Maret 2009.
Seminar dibuka oleh Rektor ITB Prof. Djoko Santoso  dengan keynote Address Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witular dengan judul Aspek Permasalahan Lingkungan Global dan Konsekuensinya Terhadap Pemanfaatan dan Penyediaan Energi Primer di Indonesia. Kepala BP Migas R Priyono “Membangun Kemandirian Industri Hulu Migas dalam Menghadapi Persaingan Global”. Menteri Negara Riset dan Teknologi  diwakili oleh Deputi KNRT Bambang Sapto, dengan judul Perkembangan Teknologi Energi baru dan terbarukan di Indonesia. Seminar diikuti oleh lebih 200 peserta dan pemakalah terdiri dari Dosen, Mahasiswa, Pertamina, BATAN, Migas pemerhati energi dan pelaku energi.
Kepala BATAN Hudi Hastowo menyampaikan makalah pada sesi pertama Pleno dengan judul Intoduksi PLTN dan Studi Energi Jangka Panjang mengatakan pertimbangan multi objektif,  untuk penyusunan langkah penting / strategi, supaya terjadi keseimbangan pasokan & kebutuhan.  Comprehensive Assessment of Different Energy Sources (CADES) for Electricity Generation in Indonesia (2001). - Laporan Fase 1 selesai tahun, 2002, Fase 2 selesai tahun 2003. Perlu re-evaluasi studi CADES tersebut  Pemutakhiran model, skenario dan data.
Tujuannya adalah Mendukung pelaksanaan Perpres 5/2006 tentang, Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Aksi, Nasional Dalam Menghadapi Perubahan Iklim.
Lingkup: Mendukung pelaksanaan Perpres 5/2006 tentang, Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Aksi, Nasional Dalam Menghadapi Perubahan Iklim.
Metodologi:
Re-evaluasi perencanaan kebutuhan energi, jangka panjang menggunakan MAED (Model for Assessment of Energy Demand) dengan tahun dasar studi 2005. Re-evaluasi perencanaan pasokan energi jangka panjang dengan menggunakan MESSAGE (Model of Energy Supply Systems and their General Environmental impacts) Penggunaan energi nuklir sangat diperlukan untuk:
•  mendukung terwujudnya keamanan pasokan energi (energy security of supply) nasional secara berkelanjutan,  mengurangi laju pengurasan energi fosil yang cadangannya sangat terbatas,      
• mendukung stabilitas pasokan energi listrik secara aman, handal, ekonomis, bersih dan berwawasan lingkungan,
 •  mendukung pengurangan dampak akibat pemanasan global.
Energi nuklir merupakan bagian dari sistem bauran energi yang optimal (optimum energy mix) simbiotik dan sinergistik dengan energi fosil dan terbarukan lainnya dalam memenuhi kebutuhan energi nasional sesuai sasaran KEN. Re-evaluasi studi CADES menunjukkan bahwa introduksi PLTN pada periode 2015-2019 (RPJMN ke 3) kedalam sistem  jaringan kelistrikan JAMALI merupakan solusi yang  tepat untuk mendukung ketahanan pasokan energi nasional (energy security).
Hasil optimasi dari beberapa skenario menunjukkan bahwa kontribusi nuklir lebih tinggi dari sasaran KEN, hal ini menunjukkan bahwa :
•  Sasaran KEN adalah merupakan batas minimal yang harus dicapai dalam mewujudkan bauran energi yang optimal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
•   PLTN mempunyai peran sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan energi nasional.
Untuk menjamin  introduksi PLTN diperlukan infrastruktur yang menenuhi kriteria IAEA antara lain: Keselamatan Nuklir, Penyiapan Manajemen, Penyiapan Strategi Pembiayaan,  Perencanaan Energi Jangka Panjang,  Perundang-undangan dan Peraturan,  Penyiapan SDM,  Safeguards,  Proteksi Radiasi,  Pengembangan Jaringan Listrik, Penyiapan Tapak dan Fasilits Penunjang,  Proteksi Lingkungan,  Program Penanggulangan Kedaruratan Nuklir,  Sekuriti dan Proteksi Fisik,  Penetapan Siklus Bahan Bakar,  Program Pengelolaan Limbah Radioaktif,  Keterlibatan Pemangku Kepentingan,  Keterlibatan Industri,  Program Procurement.
Pada sesi ini tampil sebagai pembicara Karen Agus Setiawan, Direktur Pertamina mengetengahkan bahasan dengan judul Strategi Pertamina Menghadapi Masa Depan Bahan Bakar Minyak dan Alternatifnya. Ir. Bambang Praptono, MM Direktur Perencanaan PLN mengetengah judul Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik 2009-2018 dan Strategi Pencapaiannya. Prof. Dr. Widjajono P  judul Mandiri Energi. Hal ini mengemuka pada sesi pertama yang dikemukakan Prof Dr. Widjajono P pada paparannya menyebutkan bahwa Iran menggunakan nuklir untuk listrik dan transportasi menggunakan gas serta diskusi yang disampaikan Kepala BATAN Hudi Hastowo menjawab pertanyaan peserta seminar. Negara telukpun yang kaya akan minyak akan membangun PLTN, kuwait is on the move nuclear power, mulai melirik PLTN untuk membangun PLTN yang sekaligus untuk desalinasi. Problem mereka adalah untuk mendapat air bersih dan ditunjukkan secara ekonomi akan lebih menguntungkan dengan  menyimpan minyak dan menggunakan nuklir. Nuklir di Indonesia hanya akan digunakan untuk damai, non militer. Penggunaan nuklir tidak hanya untuk listrik tetapi juga untuk keperluan non militer,  seperti pertanian, kesehatan, menemukan air dll.
Selanjutnya dilakukan seminar paralel dengan topik: Nuklir, Migas, Batubara, Surya. Dan dilanjutkan pada esok harinya 

Bandung,

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook