Alpen Steel | Renewable Energy

~ Indonesia Ingin Masuk Di Era Energi Nuklir

Tiga Jebakan Energi Nuklir (Jebakan 3T) 

Dalam diskusi seru tentang PLTN di mailist yg aku ikuti di IndoEnergi ada satu topik yang menarik, yaitu diskusi saling lempar tulisan. Nah kebetulan ada tulisan bagus dari Pak Professor Ir Marwoto Koesumopradono yg difw ke mailist itu. Tulisan ini merupakan wanti-wanti Pak Professor kalau Indonesia ingin masuk di era energi nuklir.

Tapi tahu nggak ? Pak Professor telah memasukkan kita dalam jebakan Energi Nuklir Tanpa disadarinya. Bahkan barangkali andapun sudah terjebak dalam Jebakan Energi Nuklir ini.

 

Diskusi di mailist itu bisa diklik disini:

On 6/15/07, ekki kurniawan wrote:
> Maaf ini, saya posting tulisan yang lama, sebagai bagian dari diskusi kita selanjutnya.
>
> Prof Ir Marwoto Koesumopradono:
> Indonesia Jangan Terjebak
> Perangkap Tenaga Nuklir
> —– deleted to safe bandwith !!
> (Harian Umum Suara Pembaruan, 18 September 1994)

Terimakasih Mas Ekki atas pemuatan tulisan lama tentang PERANGKAP ENERGI NUKLIR. Dan saya langsung ngeh apa yang dimaksud dengan PERANGKAP ini.

Sakjane ada tiga macam perangkap dalam energi nuklir yang tidak dimengerti Pak Professor ini. (silahkan di fw ke Pak Prof).

Pak professor hanya mewanti-wanti jebakan pertama yaitu “terjerumus” pada jebakan terlanjurmasuk di era teknologi nuklir.

Quote — … Ia berpendapat, katanya, negeri seperti Indonesia yang terletak di jalur khatulistiwa tidaklah perlu memprioritaskan upaya pembangunan pembangkit tenaga nuklir. Karen masih ada energi yang bisa digunakan, seperti cahaya matahari yang bisa menghasilkan listrik melalui konektor, juga melalui teknologi lainnya. -.end Quote

Memang kalau sudah terlanjur masuk ke kolam yang dangkal kita hanya basah, tetapi ketika kita masuk kolam yang dalam harus bisa berenang ke tepi. Tapi beliau mengisyaratkan kita bisa-bisa tercebur ke samodra tak bertepi. Waaks !

- :( “Looh pakdhe niku mau berenang apa main air sih ?”
+ :D ” Itulah tole, ketika melihat air kita tidak tahu pasti seberapa dalam, kita hanya menduga apa yang terjadi. Walaupun kamu menggunakan alat canggih apapun kau hanya menduga”

Negara-negara yg memiliki PLTN

Jebakan kedua adalah jebakan “terlambat” masuk pada era teknologi nuklir. Jarang sekali orang yang sadar dan konsen dengan tipe jebakan ini terutama bagi orang yang tergolong “orang yang ekstra hati-hati dalam melangkah”. Saya pernah menuliskan di mailist Indoenergi ini dengan nama “Risk of Involvement“. Contoh suksesnya adalah India yang “sukses tercebur” masuk era nuklir dan sukses menguasai tekno nuklir. Contoh lain barangkali Pilipina yg sudah mengadopsi teknologi nuklir untuk industri (electric/PLTN), tapi masih belum benar-benar menguasai seperti India atau Pakistan dan negara-negara lain. Bagi yang masuk tetapi terlambat tentu akan berjalan terseok-seok, sehingga biaya operasi jauh lebih mahal karena penguasaan teknologi energi nuklir sudah dimiliki dan barangkali dimonopoli oleh pemain-pemain lama. Mungkin saja, Filipina terseok-seok dan masuk dalam jebakan terlambat.

Nah jebakan ketiga ini adalah jebakan ditengah, yaitu jebakan “tulalit” karena tidak memutuskan sesegera mungkin. Dimana di Indonesia ini luamaaaa sekali tidak memutuskan mau ikut nuklir maupun tidak. Sehingga di Indonesia ini mandeg bahkan hanya mengeluarkan biaya untuk studi, seminar, dan segala tetek bengek persiapan. Coba tengok tulisan Pak Professor ini, sudah ditulis bulan September tahun 1994. Bayangkan sejak tahun 1994 Indonesia sudah kepikiran soal satu ini. Dan setelah lebih dari sepuluh tahun tidak memutuskannya segera.

Dan ternyata barangkali kita sudah sedang masuk dalam jebakan yang satu ini  tu – la – lit

Ketiga jebakan T inilah inilah yang selalu ada dalam setiap perjalanan hidup manusia (Terlanjur-Terlambat-Tulalit). Kita harus mengerti ketiga jenis jebakan ini selalu ada. Kita hanya akan memilih jebakan mana yang akan kita masukin, kita memilih musuh mana yang akan kita hadapi. Kita memilih resiko apa yang akan ditanggapi. Tapi kita harus sadar tidak ada yang tidak berisiko, kan ?

Jadi terserah anda mau milih mana
Nuklir-Yes … No-Nuklir … atau diem Tu la lit ditengah ?

NUKLIR mungkin menyelamatkan dunia, tetapi sama bahayanya kalau memanfaatkannya !
(Nuclear Paradox
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook