Alpen Steel | Renewable Energy

~ SDM Indonesia Siap Untuk PLTN

Menristek Yakin SDM Indonesia Siap Untuk PLTN

Menristek Kusmayanto Kadiman menyatakan yakin bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang bagus dan akan siap ketika Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) beroperasi di Indonesia.

“Soal nuklir dari yang paling manis sampai paling pahit saya siap. SDM banyak. Bicara teknologi PLTN ada dua, nuklir menjadi panas dan panas menjadi litrik. Di PLN itu semuanya ahli mengubah panas menjadi listrik,” kata Menristek di sela Gelar Teknologi  Industri Kelapa Sawit dari Hulu hingga Hilir di Jakarta, Rabu (18/07).

Ia juga mengatakan, bahwa pembangunan PLTN memakan waktu minimal delapan tahun, sehingga dalam waktu tersebut akan sudah banyak sekali SDM yang dididik dan dilatih akan mampu mengoperasikan PLTN.

Ia juga mempertanyakan mengapa wartawan lebih mempersoalkan PLTN dibanding pembangkit listrik lainnya seperti PLTU (Uap), padahal soal resiko meledak, PLTU itu juga sangat berbahaya.

“Siapa bilang pembangkit listrik lain tak beresiko, PLTU juga besar resikonya, bandingkan PLTU Batubara 10 ribu Mega Watt, berapa banyak emisi karbon yang akan dibuang ke udara dan berbahaya untuk masa yang akan datang dan menyebabkan pemanasan global, mengapa PLTN yang paling bersih diributkan,” katanya protes.

Soal banyaknya patahan di bawah kepulauan nusantara, menurut dia, juga bukan masalah dan memberi contoh Jepang yang memiliki lebih banyak lagi patahan, namun tetap membangun banyak sekali PLTN untuk mencukupi kebutuhan energinya.

Ditanya soal PLTN Kashiwazaki-Kariwanya, pusat PLTN terbesar di dunia di Jepang yang diduga bocor karena gempa 6,8 magnitudo pada 16 Juli, Menristek malah memberi contoh  gempa besar Kobe pada 1995 yang tetap bisa beroperasi sementara pembangkit listrik yang lain mati.

“Ketika itu, listrik di Jepang padam, kecuali dari PLTN yang justru menolong masyarakat dan korban yang membutuhkan lampu dan peralatan listrik,” katanya.

Ditanya tahap pembangunannya, ia mengatakan, pemerintah harus memutuskan dulu soal pembangunan PLTN itu karena PP (Peraturan Pemerintah) yang ada yakni PP No 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional serta PP No 43/2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir  belum cukup.

“Satu-satunya legal yang kita punya itu PP yang bahwa 2016 kita punya PLTN, jadi itu baru niat. Kita mesti yakin buat keputusan dulu,” katanya.

Ketika ditanya soal teknologi PLTN yang akan dipilih Indonesia, ia juga mengatakan belum diputuskan.

“Yang punya teknologi PLTN itu kan paling lima negara saja, AS menarik, tapi masyarakat kita kan sebal pada AS. Yang lain Rusia, Jepang, Korea dan Perancis. Kanada dan Belgia juga mengklaim, tetapi ternyata teknologi mereka dari orang lain, jadi lebih baik kita langsung saja ke pemasoknya,” katanya. (ant)

Jakarta ( Berita ) :

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook