Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 62

Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 95
~ Seberapa Aman PLTN

Alpen Steel | Renewable Energy


Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

~ Seberapa Aman PLTN

PLTN: Seberapa Aman?

Terbetiklah berita dengan judul besar: Keamanan PLTN masih diragukan  Dalam diskusi
"Pembangunan PLTN Muria: Memberikan Manfaat atau Mudarat?" yang diprakarsai Fraksi PPP di DPR, mengemuka lagi
kontroversi tentang PLTN. Pihak pendukung dari Batan mengatakan aman.

Pak Lilo Sunaryo, warga Muria, meragukan itu. Alasan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), jumlah PLTN di Asia,
Amerika, dan Eropa Timur terus bertambah dengan pesat. Di Eropa Barat jumlahnya turun, karena PLTN tua dan kecil
diganti dengan yang baru dengan kapasitas besar. Tapak PLTN di Gunung Muria juga aman.

Alasan pihak penentangnya sederhana: mengelola kereta api, bus, kapal, dan pesawat terbang saja kita belum mampu.
Kecelakaan beruntun terus terjadi. Memang itu kelemahan kita: ceroboh! Tidak disiplin. Adakah jaminan para pengelola
PLTN akan disiplin? Ataukah akan terjadi seperti pesawat Adam Air yang terbang dengan tujuan Makassar tersesat ke
NTT, dan pesawat lain terjun ke laut di Selat Sulawesi dengan membawa korban lebih dari 100 orang?

Dalam pengelolaan risiko pertanyaan, "Berapa Amankah, Cukup Aman?" (How Safe is Safe Enough?) merupakan
pertanyaan sentral. Namun, tidak ada jawaban mutlak sudah cukup aman atau belum cukup aman. Jawaban itu relatif,
yaitu merupakan jawaban perbandingan antara pilihan yang satu dengan pilihan yang lain.

Contoh yang terkenal-bukan dalam nuklir-ialah pengembangan obat anti-AIDS. Pada waktu epidemi AIDS memuncak di
Amerika Serikat (AS), belum ada obat untuk menanggulanginya. Para penderita AIDS hanya ada satu pilihan: meninggal.
Pengembangan sebuah obat di Amerika Serikat diawasi dengan sangat ketat. Sebelum diizinkan untuk digunakan pada
manusia, harus melalui pengujian kimiawi, biologi dengan sel/jasad renik dan hewan yang amat ketat dalam laboratorium.

Pengujian ini memakan waktu yang lama. Dapat sampai 10 tahun atau lebih. Para penderita tidak dapat menunggu
selama itu. Mereka mendesak agar obat yang mempunyai potensi baik dan efek sampingnya tampak rendah, diizinkan
untuk dicobakan pada mereka. Bagi mereka, pengujian yang belum sempurna itu sudah cukup aman dibandingkan
dengan alternatif meninggal, jika tidak diobati.

Bagi Badan Makanan dan Obat-obatan AS, obat itu dianggap belum cukup aman untuk dicoba pada manusia. Akan tetapi,
atas desakan para pasien dan publik, akhirnya pemerintah mengizinkan untuk mencoba obat itu. Tampaklah peliknya
pertanyaan "Berapa amankah, cukup aman?" Para pasien menganggap manfaatnya lebih besar untuk mencoba obat itu
daripada menunggu ajal, jika tidak diobati. Sebaliknya, menurut prosedur pengembangan obat-obatan, obat itu belum
cukup aman untuk dicoba pada manusia.

Pertanyaan "Berapa amankah, cukup aman?" mempunyai komplikasi oleh adanya sindrom NIMBY. NIMBY adalah akronim
untuk not in my backyard (tidak di pekarangan saya). Ungkapan ini timbul dalam kaitannya dengan usaha Pemerintah AS
untuk mencari tempat pembuangan limbah nuklir.

Semua negara bagian menolak untuk digunakan sebagai tempat pembuangan limbah itu dan menyarankan untuk
dibuang di tempat lain. Penduduk di negara bagian itu menganggap teknologi pembuangan yang digunakan tidak cukup
aman. Sindrom NIMBY kita lihat dengan jelas pada ungkapan Pak Lilo Sunaryo, warga Muria di atas. Juga pada
demonstrasi warga Kudus yang menolak PLTN. Demonstrasi ini didukung oleh Bupati dan DPRD.

Karena warga Muria tidak menghadapi risiko pemadaman listrik secara berkala, manfaat tambahan listrik dari PLTN
tidaklah besar. Sebaliknya, pembangunan PLTN membawa risiko baru yang tidak dapat dikesampingkan.

Bagi mereka-dan juga penduduk Jawa-Bali pada umumnya-nisbah manfaat/risiko adalah kecil. Berbeda seandainya,
misalnya, pembangunan PLTN direncanakan di Papua yang sering mengalami gangguan pemadaman listrik yang tidak
saja mengganggu kenyamanan, melainkan juga pekerjaan rutin penduduk.

Mungkin penduduk merasa, pembangunan itu lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya. PLTN itu cukup aman.
Nisbah manfaat/risiko adalah besar. Sindrom NIMBY mungkin mereka kesampingkan dan mereka akan menerima
pembangunan PLTN itu. Risiko PLTN mereka terima.

Bagi para penentang PLTN, strategi yang jitu bukanlah demonstrasi, melainkan menggerakkan rakyat untuk secara
massal melakukan penghematan listrik. Semua industri didorong untuk melakukan audit listrik guna meningkatkan
efisiensi listrik.

Industri perhotelan menggunakan kunci kamar yang berfungsi sebagai master switch listrik kamar, sehingga listrik mati
pada waktu tamu meninggalkan kamar. Tamu diimbau untuk tidak mengganti handuk dan seprai setiap hari, melainkan
katakanlah dua hari sekali. AC hotel dan perkantoran diatur pada suhu 25 derajat Celsius dan bukannya pada 22 derajat
Celsius.

Menanam tanaman dalam pot dan di halaman untuk mengurangi kebutuhan AC. Mengganti lampu biasa dengan lampu
hemat energi. Penduduk tidur malam dengan mematikan lampu biasa dan hanya menggunakan lampu kecil (night lamp).
TV dimatikan dengan menekan tombol on-off dan bukannya menyetelnya pada standby yang menggunakan paling sedikit
5 watt.

Kembangkan energi terperbarukan, yaitu listrik dengan angin, mikrohidro, dan surya. Banyak hal lain lagi yang mudah yang
dapat dilakukan untuk menghemat listrik, yang jika dilakukan secara massal mempunyai efek kumulatif yang besar.

Sebuah laporan International Energy Agency (IEA) menyatakan, dengan meningkatkan efisiensi energi kebutuhan
tambahan listrik di negara-negara IEA dalam tahun 2015 dapat ditekan dari 466 gigawatt (GW) menjadi 350 GW, sebuah
pengurangan yang sangat signifikan. Penghematan itu jelas membawa pula keuntungan ekonomi.

Lingkungan hidup pun untung, karena emisi zat pencemar dari pembangkit listrik berkurang. Rakyat menjadi lebih sehat
serta bahaya pemanasan global dan kenaikan permukaan laut menurun.

Keuntungan ekonomi dapat diperbesar dengan menjual penurunan emisi CO2, karena penghematan listrik dalam pasar
dunia berdasarkan Protokol Kyoto.

Otto Soemarwoto Pakar Ekologi

Sumber: .kompas.kompas-

(Kompas, 21 Juni 2007).
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters

Warning: strftime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 250
free counters
Alpen Steel Facebook