Alpen Steel | Renewable Energy

~ Wacana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR MASIH DALAM WACANA
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan, pembangkit listrik tenaga nuklir masih merupakan wacana karena hingga saat ini masih belum dapat ditentukan lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan pembangkit listrik bertenaga nuklir tersebut.
           

            "Harus mengetahui dahulu dimana tempat pembangunan PLTN tersebut, jika sudah mengetahui tempatnya barulah KLH akan memberikan kalkulasi untung ruginya," kata Menteri LH Rachmat Witoelar usai penandatanganan nota kesepahaman antara PT.Indonesia Power, Dep.Kehutanan, dan Kementerian LH di Jakarta, Rabu (1/8).
           Wacana yang berkembang selama ini tentang penunjukan lokasi  tempat pembangunan PLTN di Muria (Jawa Tengah); dibantah keras oleh Rachmat Witoelar dengan mengatakan bahwa masyarakat Muria menolak pembangunan tersebut di daerahnya.
            Ia juga mengatakan, tender pembangunan PLTN harus memenuhi beberapa persyaratan yang sangat ketat, diantaranya harus memiliki proyek proposal, tempatnya dimana yang kemudian akan dibuatkan amdalnya dan dimasukkan ke dalam dokumen.
            Sementara itu, anak perusahaan PT.PLN yaitu PT Indonesia Power yang memiliki tanggung jawab terhadap konversi energi primer menjadi energi listrik memiliki kontribusi sebesar 46 persen dari total kebutuhan listrik di Jawa dan Bali.
             Dalam upaya memenuhi kewajiban tersebut terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu listrik selalu tersedia  sesuai kebutuhan dengan harga yang ekonomis, bermutu baik, handal serta melalui proses produksi yang ramah lingkungan.
             Menurut Chief of Executive Officer PT Indonesia Power Abimanyu Sutoso, kendala utama dalam penyediaan tenaga listrik adalah meningkatnya energi primer, khususnya bahan bakar minyak, yang tidak diiringi dengana penyesuaian harga kepada konsumen.
              PLN berusaha mengurangi pemakaian BBM dan menggantinya dengan energi yang lebih ekonomis, yaitu gas alam dan batubara. Di luar dari kedua energi tersebut Indonesia memiliki potensi yang terbarukan yang sangat besar dan telah layak untuk dikembangkan yaitu panas bumi dan air.
               Sementara sumber-sumber energi lainnya seperti sel surya, tenaga bayu (angin); gelombang laut dan nabati , masih belum memadai secara ekonomis karena biaya investasi dan pengembangannya masih tinggi.
                PT Indonesia Power pada saat ini sedang mengembangkan pembangkit - pembangkit listrik  mikro dan minihidro dalam skema kemitraan dengan pihak daerah /masyarakat setempat.
                 "Selain membantu memperbaiki rasio elektrifikasi nasional di pedesaan, kemitraan ini membuka peluang ekonomi setempat serta membangun kesadaran dan komitmen untuk menjaga lingkungan khususnya hutan dan air," katanya. (T.Rmg/toeb/b)

 
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook