Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTN Bisa Menjadi Bom Waktu

PLTN aman ataukah sebuah bom waktu?

Kebutuhan manusia akan sumber energi semakin hari semakin meningkat jumlahnya - bahkan berlipat ganda - seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk yang memadati bumi yang semakin menua . Begitupun Indonesia, kondisinya tidak jauh berbeda karena negara Indonesia termasuk negara yang mempunyai jumlah penduduk yang bisa dibilang sangat besar, sehingga dengan sendirinya pasti membutuhkan sumber energi yang tidak sedikit untuk dikonsumsi.

Sejak Indonsia merdeka, kebutuhan akan energi dipenuhi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang memang oleh Tuhan telah dianugrahkan kepada rakyat Indonesia yaitu minyak bumi. Namun sayangnya minyak bumi termasuk sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui - tidak seperti matahari -, karenanya jumlahnya semakin berkurang, apalagi dengan perilaku masyarakat Indonesia boros dalam penggunaan energi.

Jumlah cadangan minyak bumi yang tersisa di Indonesia hanya berkisar 9 milyar barel, sehingga mampu bertahan sampai 18 tahun lagi
(
kompas ). Apakah dengan jumlah 9 milyar barel memadai untuk ukuran negara Indonesia? Tentu saja tidak, lantas bagaimana dengan minyak bumi yang dihasilkan negara-negara lain, terutama negara timur tengah? Bisa jadi hal itu menjadi solusi untuk kebutuhan energi di Indonesia, namun hal itu bersifat sementara karena cadangan minyak mereka juga semakin menipis.

Atas dasar alasan tersebut pemerintah Indonesia mencoba untuk membangun sumber energi alternatif yang murah dan menghasilkan energi yang besar yaitu PLTN. PLTN adalah pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir yang merupakan kumpulan mesin untuk pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan tenaga nuklir sebagai tenaga awalnya. Prinsip kerjanya seperti uap panas yang dihasilkan untuk menggerakkan mesin yang disebut turbin.

Secara ringkas dan sederhana, rancangan PLTN terdiri dari air mendidih, boild water reactor bisa mewakili PLTN pada umumnya, yakni setelah ada reaksi nuklir fisi, secara bertubi-tubi, di dalam reaktor, maka timbul panas atau tenaga lalu dialirkanlah air di dalamnya. Kemudian uap panas masuk ke turbin dan turbin berputar poros turbin dihubungkan dengan generator yang menghasilkan listrik.

Timbul pertannyaan berikutnya, apakah PLTN aman untuk digunakan, terutama di Indonesia yang merupakan daerah yang rawan gempa? Bagaimana bila bencana nuklir Chernobyl (walhi) terulang kembali di Indonesia ?

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Prof Dr Soedyartomo mengungkapkan, persiapan pembangunan Pembangkit Lintrik Tenaga Nuklir Semenanjung Muria memasuki tahap detil desain seismik. “Desain seismik itu disiapkan untuk mengantisipasi gempa terbesar yang pernah terjadi 300 tahun sebelumnya”. Namun pihak WAHLI tetap berpandangan bahwa reaktor nuklir sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Radiasi yang diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua. Pertama, radiasi langsung, yaitu radiasi yang terjadi bila radio aktif yang dipancarkan mengenai langsung kulit atau tubuh manusia. Kedua, radiasi tak langsung. Radiasi tak langsung adalah radiasi yang terjadi lewat makanan dan minuman yang tercemar zat radio aktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya.

Indonesia memang membutuhkan sumber energi lain untuk menggantikan minyak bumi yang sebentar lagi akan habis, akan tetapi bila hal itu menimbulkan permasalahan baru, sebaiknya ditinjau ulang agar tidak mengakibatkan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.

Sebagian dikutip dari:
kompas.

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook