Alpen Steel | Renewable Energy

160.000 Buruh di Kudus Tolak PLTN

Selama beberapa jam, Kota Kudus, Selasa (12/6), diwarnai demo ribuan warga yang menolak rencana pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Semenanjung Muria, Kabupaten Jepara. Demo tersebut didukung sepenuhnya oleh Bupati Kudus M Tamzil.

Di sepanjang jalan protokol, di sebagian besar pohon penghijauan tertempel tulisan "Tolak PLTN". Aksi itu tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas atau mengganggu aktivitas warga.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh dan Masyarakat Muria berjumlah lebih dari 5.000 organisasi, yang mewakili sekitar 160.000 buruh se-Kabupaten Kudus, sebagian besar perempuan buruh rokok, sejak pukul 08.00 memasuki Alun-alun Simpang Tujuh.

Selain mereka, tampak perwakilan badan eksekutif mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi, KNPI, Banser, dan sejumlah LSM.

Para buruh itu sudah mendapat izin dari pihak perusahaan mereka untuk ikut aksi menolak PLTN. Mereka bahkan tetap mendapatkan haknya atas upah harian Rp 25.000 per buruh.

Mereka diantar menuju lokasi dan kembali ke perusahaan dengan menumpang truk.

Bupati mendukung

Kehadiran Bupati Kudus M Tamzil yang mendukung penolakan rencana pembangunan PLTN membuat massa bertambah semangat.

"Jika memang sebagian besar rakyat menolak PLTN, pemerintah sebaiknya bersedia mendengarkan, mengkaji ulang, dan bahkan membatalkannya," tegas Bupati Tamzil.

Di podium, selain Bupati Kudus, tampak pula anggota Muspida dan Ketua DPRD, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng/Kudus Moch As’ad, Ketua Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Nawawi Rusdy, dan Sekjen Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Juffan.

Sementara itu, di halaman depan kompleks gedung DPRD Kudus, ratusan seniman, budayawan, anggota LSM Masyarakat Reksa Bumi (Marem), dan masyarakat peduli lingkungan menggelar drama teatrikal "Mumy Korban Nuklir".

Tenda keprihatinan yang mereka dirikan sejak pertengahan Mei 2007 lalu dan akan dibongkar pada 17 Agustus nanti masih diisi berbagai kegiatan yang terkait dengan PLTN.

Mereka juga menggelar kain putih sepanjang lebih dari 100 meter. Kain itu berisi berbagai tuntutan dan protes serta kepedulian masyarakat yang dituangkan dalam bentuk tulisan tangan.

Di alun-alun Simpang Tujuh, massa lebih dahulu dihibur dengan kehadiran Orkes Puisi Sampak GusuRan pimpinan Anis Sholeh Ba’asyin.

Petisi kepada Presiden

Dalam acara itu juga disampaikan sejumlah orasi, dan puncaknya ketika KSPSI menyampaikan petisi yang ditujukan kepada Presiden dan akan diserahkan kepada Presiden, Wakil Presiden, dan pimpinan DPR melalui Bupati Kudus.

Isi petisi hanya satu, yaitu rencana membangun instalasi PLTN di Semenanjung Muria harus dibatalkan.

Mereka juga meminta pemerintah pusat segera mengkaji sumber energi alternatif yang lebih aman bagi kehidupan manusia dan lingkungan, seperti energi surya dan angin.

Penolakan tersebut, menurut As’ad, didasari berbagai pertimbangan, antara lain dampak buruk PLTN bagi keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup di darat, air, maupun udara, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Kemudian bagi kesehatan manusia, PLTN dipastikan menyimpan potensi berubah menjadi tragedi kemanusiaan yang sangat mengerikan karena terbukti telah membunuh banyak manusia seperti tragedi Chernobyl di Rusia pada awal 1990-an.

Keberadaan PLTN juga tidak menguntungkan bagi iklim investasi karena terdapat risiko keamanan.

Pada proses pembangunan PLTN juga akan dilakukan relokasi sejumlah industri di sekitar lokasi PLTN yang bisa berujung pada pemutusan hubungan kerja sehingga akan menambah jumlah pengangguran. (SUP)

Sumber : KUDUS, KOMPAS
 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook