Alpen Steel | Renewable Energy

~ Rencana Pemerintah Membangun PLTN Ditolak Warga

Warga Tolak PLTN

Penggunaan Rp 5 Miliar untuk Sosialisasi PLTN Akan Ditilik

Lebih dari 1.000 warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berunjuk rasa di desa mereka, Senin (23/7). Mereka menolak rencana pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN di Ujung Lemahabang yang masuk wilayah Balong.

Aksi penolakan terhadap PLTN itu merupakan yang keempat kalinya dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, unjuk rasa berlangsung di Lapangan Ngabul Tahunan Jepara, Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, dan seputar Alun-alun Simpang Lima Pati.

Kemarin aksi terpusat di perempatan jalan utama Desa Balong yang terletak di tepi perkebunan karet. Pengunjuk rasa yang terdiri atas anak-anak, orang dewasa, laki-laki, dan perempuan membawa puluhan spanduk yang beberapa di antaranya dipampang di gerbang desa, tepi jalan, dan mulut-mulut gang desa.

Mereka juga berorasi dan meneriakkan yel anti-PLTN dengan dikoordinasi oleh aktivis mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Menjelang tengah hari, dua anggota DPR, Sonny Keraf dan Alvin Lee, tiba di lokasi aksi unjuk rasa. Pertemuan pun digelar di Balai Desa Balong.

Kepada anggota DPR, Ketua Persatuan Masyarakat Balong Setyawan Sumedi menegaskan, massa yang hadir untuk menolak PLTN adalah penduduk Balong.

Adapun Sony dan Alvin menyatakan ikut menolak rencana pembangunan PLTN itu. Alasan mereka antara lain didasarkan pada risiko keselamatan manusia, lingkungan, dan masih terbukanya sumber energi yang lain.

Sosialisasi

Menjawab pertanyaan Alvin, massa mengaku belum pernah didatangi oleh petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berkaitan dengan sosialisasi tentang pembangunan PLTN.

"Padahal, dalam APBN 2007 telah dianggarkan Rp 5 miliar untuk sosialisasi tentang PLTN. Ke mana uang rakyat ini? Kami akan cek ke Batan," tutur Alvin.

Anis Sholeh Ba’asyin, salah seorang pengunjuk rasa yang juga Ketua Orkes Puisi Sampak GusUran, dalam kesempatan itu juga berjanji kelompoknya bakal kembali beraksi lewat long march Pati-Jakarta pada 17 Agustus.

Di sepuluh kota dan kabupaten yang akan dilewati, komunitas Sampak GusUran akan menggelar aksi mengaji bersama dan orasi. "Kami jadwalkan tiba di Jakarta Senin 27 Agustus, lalu menemui Presiden, Wakil Presiden, dan ke Gedung DPR di Senayan," tutur Anis yang mengaku sudah menyiapkan aksinya itu. (SUP)


JEPARA, KOMPAS
Posted by : Tahmid Harnadi
 
 
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook