Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 62

Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 95
~ Pemerintah Belum Bersikap Tegas Atas Sampah Impor Beracun Dari Inggris dan Belanda

Alpen Steel | Renewable Energy


Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

~ Pemerintah Belum Bersikap Tegas Atas Sampah Impor Beracun Dari Inggris dan Belanda

Pemerintah Indonesia Harus Kembalikan Sampah Impor Beracun

Meski sudah meratifikasi Konvensi Basel, pemerintah dianggap belum bersikap tegas atas 113 kontainer sampah impor dari Inggris dan Belanda.



Pengamat hukum lingkungan, Mas Ahmad Santosa, kepada VOA, Sabtu menilai seharusnya pemerintah Indonesia tidak perlu ragu memulangkan kontainer yang sudah terbukti oleh pihak Bea dan Cukai berisikan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Apalagi, kata Mas Ahmad Santosa, Konvensi Basel yang sudah diratifikasi Indonesia pada tahun 1998 itu sudah dituangkan ke dalam Peraturan Pemerintah.

“Kalau hukum positif ‘kan yang berlaku Konvensi Basel sudah diratifikasi jadi UU, lalu diterjemahkan ke dalam PP dan UU No, 32 (Tahun 2009) saya kira begitu saja. Kalau saya berpendapat, kita perlu berpegang kuat pada hukum saja, kalau perlu dikembalikan ya kembalikan dan dulu kita pernah lakukan itu, ketika ada (sampah B3) dari Belanda. Kalau misalnya tidak ada tindakan tegas kita akan terus dijadikan tempat pembuangan,” kata Ahmad Santosa.

Anggota Satgas REDD+ (Satgas Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi hutan), lembaga bentukan Presiden Yudhoyono, berjanji akan mendalami kasus pengiriman sampah B3 dari Inggris dan Belanda tersebut, yang dikirim akhir Januari lalu.

Koordinator Indonesia Toxics-Free Network, Yuyun Ismawati, mengatakan posisi Indonesia sebetulnya sudah cukup kuat sebagai anggota penandatangan KOnvensi Basel, sehingga semestinya sudah paham aturan penerimaan dan pengiriman sampah B3.

“Indonesia sudah menjadi anggota Konvensi Basel sejak 1998, cukup lama, jadi seharusnya kita sudah hafal dan tahu tentang aturan penerimaan dan pengiriman limbah dari satu negara ke negara lain. Ini kebetulan angka terbesar (113 kontainer). Tahun 2010 kita punya pengalaman dengan AS, isi container tidak sesuai dengan manifes-nya, itu bisa dikembalikan pada negara pengirim. Return to Sender (pengembalian barang) itu ada dalam Konvensi Basel,” demikian penjelasan Yuyun.

Pada kasus terakhir, Ditjen Bea dan Cukai melaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Keuangan, atas 113 kontainer mencurigakan asal Inggris dan Belanda. Saat ini, sampah B3 yang berisi limbah ektronik berupa PCB (Print Circuit Board, Dinamo), asphal, kemasan bahan kimia, dan sampah itu sedang diteliti.


Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Slamet Daroyni, mengatakan sejak lama pengaturan sampah B3 bertolakbelakang antara pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perdagangan. Alasannya, sampah impor yang masih dapat diolah bisa bermanfaat kalau diproduksi kembali sesuai prosedur. Masalahnya, kata Slamet, pengolahan sampah impor hanya ada di satu tempat di kawasan Cileungsi, Jawa Barat.

“Sampai hari ini belum ada, karena instrumen UU no. 18 tahun 2008 yang seharusnya dijalankan PP-nya belum ada, dan ini menjadi ganjalan bagi KLH untuk menjalankan amanah UU No. 18 itu tadi, sehingga instrumen-instrumen yang seharusnya bisa menyelesaikan persoalan termasuk limbah B3 itu tidak mendapatkan jalan keluar,” ungkap Slamet Daroyni.

Seandainya pun Indonesia memiliki alat pengolah limbah beracun yang memadai, sesuai Konvensi Basel, menurut Slamet, limbah itu tetap harus dipulangkan ke negara asal.

Berdasarkan data WALHI, masih terdapat tujuh juta ton limbah impor dari berbagai negara, termasuk dari Amerika Serikat pada tahun 2010. Sementara yang masih bisa diolah hanya 1,7 juta ton.

(Sumber : VOA Indonesia)

 


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters

Warning: strftime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 250
free counters
Alpen Steel Facebook