Alpen Steel | Renewable Energy

~ Program Desa Mandiri Energi

PLN Jabar-Banten Kembangkan Listrik dari Limbah Sanitasi Rumah Tangga

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB) mengembangkan tenaga listrik dari limbah sanitasi rumah tangga di Cikalong Kabupaten Tasikmalaya dalam program desa mandiri energi.
"Pengembangan listrik dari limbah sanitasi rumah tangga di Cikalong Tasikmalaya merupakan yang pertama kalinya dalam rangka program Desa Mandiri Energi, bila efektif akan dilakukan di daerah lainnya," kata Deputi Komunikasi PLN DJBB Adang Djarkasih didampingi staf Humas Agus Yuswanta di Bandung, Jumat.

Menurut Adang, listrik limbah sanitasi rumah tangga itu di bangun dengan biaya sekitar Rp35 juta dan mampu menghasilkan listrik sebesar 400 watt yang dinikmati oleh 30 kepala keluarga di kampung percontohan itu.

Proses pengolahan limbah limbah rumah tangga itu sama dengan pengolahan biogas dari kotoran ternak yakni dibuat reaktor biogas yang ditampung dalam plastik ukuran besar. Kemudian gas dari reaktor itu digunakan menjadi energi untuk menghidupkan mesin genset ukuran kecil. "Pengolahannya sama dengan listrik dari energi kotoran ternak," kata Adang.

Selain di Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, PLN DJBB juga membangun dan memberdayakan potensi listrik di daerah terpencil dan sulit di jangkau oleh jaringan listrik.

Pembangunan proyek desa mandiri energi juga dilakukan di Desa Buligir Tasikmalaya yakni membangun pembangkit mikrohydro di aliran Sungai Ciparay dengan daya 3.000 Watt untuk 110 Kepala Keluarga (KK).

Sedangkan empat desa mandiri energi lainnya menggunakan energi kotoran ternak yakni di Desa Langkob Kabupaten Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat, Desa Cimonyong di Cianjur, Desa Belenung dan Desa Bojonegara.

"Kegiatan pembangunan desa mandiri energi ini sebagai bentuk program tanggung jawab sosial masyarakat mengembangkan desa mandiri energi di beberapa wilayah di Jawa Barat dan Banten," katanya.

Desa mandiri energi merupakan program pemberdayaan potensi lokal untuk pemenuhan kebutuhan listrik dan energi di masing-masing wilayahnya secara mandiri. "Kami mencari daerah yang secara tekno-ekonomi sulit terjangkau oleh PLN, namun memiliki potensi energi untuk dikembangkan," kata Adang Djarkasih.

Sementara itu Staf Humas PLN DJBB Agus Yuswanta menyebutkan, kehadiran listrik dari pembangkit mikro hidro maupun kotoran ternak itu sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Agus mencontohkan, di Kampung Buligir sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani padi, singkong, arang dan sayur mayur. Dengan kehadiran listrik dari pembangkit mikro hidro, masyarakat setempat lebih produktif karena bisa mengolah produk pertaniannya pada malam hari.

Republika.co.id

Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook