~ Potensi Gas Metana Hasilkan Tenaga Listrik 1-2 MW

Kontribusi Luar Tak Sebanding
Warga di Sekitar Tempat Pembuangan Sampah Menentang

 

Bantul, Kompas - Pemerintah Kabupaten Bantul akan menaikkan kontribusi uang sampah bagi Yogyakarta dan Sleman setelah Tempat Pembuangan Akhir Piyungan diperluas. Kontribusi selama ini dinilai tidak mencukupi untuk biaya dampak yang ditimbulkan dari aktivitas TPA.

Bupati Bantul Idham Samawi, Senin (28/6), mengatakan, aktivitas tempat pembuangan akhir (TPA) telah mengakibatkan infrastruktur jalan rusak dan dampak lingkungan seperti bau, debu, dan lindi (air sampah). "Jadi, kalau masih tetap pakai model perhitungan sekarang sudah tidak mungkin lagi. Kami belum menetapkan besarnya kenaikan karena masih dalam kajian," katanya.

Tahun 2008, ongkos pemeliharaan dari Kota Yogyakarta Rp 1,8 miliar, sedangkan Sleman dan Bantul masing-masing Rp 355 juta dan Rp 153 juta. Padahal, setiap hari TPA Piyungan menerima sampah sekitar 350-400 ton yang sebagian besar berasal dari Kota Yogyakarta dan Sleman.

TPA Piyungan dibangun sejak 1996 dengan luas 12,5 hektar. Jika tidak diperluas, TPA hanya mampu menampung sampah sampai tahun 2012. Rencananya, mulai Oktober 2010, TPA akan diperluas sekitar 12 hektar. Lokasinya berada di lereng yang merupakan tanah tidak produktif dengan jumlah 105 kapling. Satu kapling luasnya sektiar 5 hektar. Dari 105 kapling itu, 104 kapling milik masyarakat dan satu kapling milik kas desa.

Ditentang warga

Perluasan tersebut ditentang warga sekitar TPA. Kepala Dukuh Sentulrejo, Desa Sitimulyo, Piyungan, Sugiyohadi mengatakan, pencemaran lingkungan membuat kenyamanan warga terganggu. "Salah satu contohnya adalah pencemaran air sumur. Jadi, meski ganti rugi yang ditawarkan tinggi, kami tetap akan menolak," katanya.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Gendut Sudarto, untuk mengurangi bau tidak sedap, pihaknya tengah bekerja sama dengan Shimizu untuk penangkapan gas metana dari tumpukan sampah sebagai tenaga listrik. Gas metana tergolong salah satu gas berbahaya yang dihasilkan dari pembusukan sampah. Bila terhirup, metana mengganggu kesehatan.

Berdasarkan perhitungan Shimizu, potensi gas metana yang bisa ditangkap hingga 2012 mencapai 4.219 ton. Tenaga listrik dapat menghasilkan 1-2 megawatt. "Sekarang, kami sedang berupaya mendatangkan peralatan dari Jepang dan menyusun kesepahaman. Diharapkan mesin tersebut bisa segera tiba agar bisa segera diopersionalkan," katanya. (ENY)

 

Sumber : Kompas


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum