Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTSa Sebagai Solusi Masalah Sampah

PLTSa: Alternatif Solusi Masalah Sampah

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), "sanitary landfill, composting", atau 3R merupakan alternatif teknologi penanganan sampah yang keberhasilan implementasinya bergantung tidak hanya pada aspek keunggulan teknologi masing-masing tetapi juga ditentukan oleh aspek-aspek lainnya seperti aspek ekonomi, politik, sosial, dan legal.


Dibandingkan dengan teknologi lain, PLTSa mampu mereduksi volume sampah dengan kecepatan yang tinggi, yaitu 20,8 ton/jam pada PLTSa Bandung. Volume residu yang dihasilkan hanya 5% dari sampah semula, dan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Umur teknis dari PLTSa dapat mencapai 25 tahun, tidak memerlukan lahan yang besar dan tidak perlu berpindah-pindah seperti halnya teknologi open dumping atau sanitary landfill yang harus berpindah tempat apabila lahannya telah penuh terisi sampah.

PLTSa memperoleh pendapatan dari hasil penjualan listrik, kompensasi pengolahan sampah, dan kompensasi CER (Certified Emission Reduction), sehingga dapat dikelola secara komersial oleh perusahaan swasta, dengan biaya investasi dari bank-bank komersial ("bankable"), sehingga tidak membebani anggaran pemerintah daerah.

Dukungan politik pemerintah dan lembaga legislatif kota terhadap jenis teknologi merupakan aspek penting lainnya. Pernyataan Wali Kota Bandung yang dikutip harian ini edisi Sabtu 2 Juni 2007:

".., kita tidak bisa lagi memakai sistem open dumping, sanitary landfill, ataupun menerapkan 3R.., jadi PLTSa merupakan solusi terbaik..", menyiratkan dukungan yang kuat terhadap PLTSa sekaligus menyatakan bahwa alternatif-alternatif teknologi lain sudah pernah dicoba tetapi belum berhasil mengatasi masalah sampah. Namun demikian, pemerintah kota dan investor harus berupaya agar kedua aspek lain yaitu aspek sosial berupa public acceptance dan aspek legal dapat dipenuhi agar PLTSa ini dapat terealisasi.

Adanya PLTSa tidak menutup kemungkinan penerapan alternatif teknologi lain, malah akan merupakan solusi yang saling melengkapi. Dukungan politik terhadap teknologi lain dapat diperoleh apabila aspek ekonomi, public acceptance, dan aspek legal secara menyakinkan mengungguli PLTSa sehingga dapat mengubah pandangan pengambil keputusan politik.

PLTSa di negara lain

PLTSa yang merupakan terjemahan untuk Waste to Energi (WTE), merupakan teknologi yang berkembang setelah tahun 1990-an dan merupakan penyempurnaan dari teknologi incinerator biasa dengan menambahkan sistem kendali pembakaran, pengolahan emisi dan efluen, dan sistem pengamatan emisi secara kontinu. Informasi meluasnya penggunaan PLTSa, salah satunya disampaikan oleh Nickolas J. Themelis, Direktur Waste to Energi Research and Technology Council, University of Columbia, USA.

Dalam laporannya tahun 2006 (www.columbia.edu/cu/wtert) beliau menyebutkan bahwa saat ini tidak kurang dari 143 juta m3 sampah per tahun dimusnahkan di PLTSa. Eropa merupakan pengguna PLTSa terbesar diikuti dengan Jepang dan Amerika. Pada tahun 2006, Cina memiliki 20 PLTSa, dan akan terus meningkat karena ditargetkan 30% dari total sampahnya yang saat ini mencapai 200 juta ton per tahun akan dimusnahkan di PLTSa.

Di Belanda, sebelum tahun 1987 insinerator merupakan penghasilkan dioxin cukup tinggi, namun setelah dilengkapi dengan sistem pengolahan gas buang, tingkat pencemaran menurun tajam, dan saat ini 11 PLTSa tetap digunakan di Belanda (. Di Amerika pada tahun 1987 emisi dioxin dari seluruh incinerator di Amerika mencapai 11.478 gram pertahun. Namun, dengan melengkapi pabrik-pabrik tersebut dengan pengolah gas buang, emisi dioxin pada tahun 2004 menurun hingga 37 gram per tahun. Nilai ini lebih kecil dari emisi pembakaran sampah yang dilakukan penduduk di belakang rumahnya (628 gram per tahun), pembakaran kayu di tungku pemanas dan di rumah tangga (62 gram per tahun) dan pembakaran batubara skala rumah tangga (60 gram per tahun) sources_trends/sources.html).

Penggunaan PLTSa di Asia Tenggara telah dilakukan oleh Singapura sejak tahun 1999. PLTSa Kajang, Kuala Lumpur akan selesai dibangun akhir tahun 2007. PLTSa ini dibangun dengan menggunakan komponen-komponen yang di buat di Medan dan Jakarta oleh perusahaan pemenang tender dari Indonesia.

Pencemaran dari PLTSa

Sejumlah polutan memang akan teremisi dari PLTSa, namun PLTSa dilengkapi dengan sistem pengolahan emisi dan efluen, sehingga polutan yang dikeluarkan berada di bawah baku mutu yang berlaku di Indonesia, dan tidak mencemari lingkungan.

Untuk kelestarian lingkungan sekitarnya, efluen hasil olahan PLTSa akan dialirkan ke IPAL Bojongsoang. Kelengkapan peralatan pengolahan efluen di PLTSa akan disesuaikan dengan kemampuan pengolahan efluen yang ada di IPAL Bojongsoang.

Kendali emisi polutan di PLTSa sudah dimulai sejak saat pembakarannya, proses dan suhu pembakaran dikendalikan secara otomatis dengan sistem kendali elektronik. Di PLTSa dikenal sistem kendali pembakaran SIGMA Combustion Control System, BASIC Pulse Air Combustion System dsb. Pada prinsipnya, sistem kendali otomatis ini mirip dengan sistem kendali pembakaran di kendaraan bermotor, yaitu akan mengendalikan laju udara dan laju bahan bakar (sampah dalam hal PLTSa) sehingga terjadi pembakaran sempurna pada suhu yang dikehendaki.

Sistem kendali pembakaran dan sistem pengolahan gas buang mampu mengeliminasi gas-gas asam, Volatile Organic Compound (VOC), partikel logam, debu dan Hazardous Air Pollutant (HAP). Pada saat memasuki sistem pengolahan gas buang, suhu gas sudah mencapai 200 derajat Celcius sehingga logam-logam berat kecuali merkuri sudah dalam bentuk padatan (partikel). Uap merkuri dan gas beracun lain (jika masih ada) akan diserap oleh partikel karbon aktif yang diinjeksi sebelum air bag filter.

Abu halus dengan ukuran lebih kecil dari bakteri (0,25 mikron), akan disaring mulai dari scrubber hingga air bag filter. Abu halus tersebut akan terlarut dalam air, melekat pada partikel kapur (CaO) atau karbon aktif sehingga membentuk partikel yang lebih besar dan dapat disaring di air bag filter. Air bag filter sendiri mampu menyaring partikel PM2,5 dan PM10 dengan efisiensi 99.90% (lihat EPA-FACT Sheet, EPA-425/F03-004). Abu yang terbawa gas buang ke cerobong, konsentrasinya akan di bawah nilai baku mutu emisi yang berlaku di Indonesia.

Seperti halnya PLTU, PLTSa dilengkapi dengan sistem pengolahan air ketel, baik untuk air tambahan maupun untuk air ketel yang sedang bersirkulasi. Jenis kelengkapan sistem pengolahan air ketel ini dapat disesuai dengan kondisi air mentahnya (raw water). PLTSa Bandung rencananya akan menggunakan air olahan IPAL Bojongsoang untuk air pendingin kondensor dan apabila memungkinkan untuk air ketelnya juga.

Residu lainnya yang keluar dari PLTSa adalah abu bawah (bottom ash) dan abu terbang (fly ash). Menurut PP 18/1999 Lampiran I, D-241 abu ini dikategorikan sebagai limbah B3, namun hasil-hasil studi dan pengujian untuk pemanfaatan abu PLTSa sudah banyak dilakukan di negara-negara lain. Kuan-Yeow Show dkk. dari NTU Singapura dalam makalahnya yang dimuat di Jurnal of Material in Civil Engineering, American Society of Civil Engineers, Vol. 15, pp 335 - 343, 2003, menyebutkan bahwa abu terbang dari PLTSa di Singapura sangat baik untuk stabilisasi tanah lunak.

Berdasarkan penelitian ini dan pengujian-pengujian lain tentunya, abu dari 4 PLTSa di Singapura saat ini digunakan untuk membuat pulau (Semakau Island). Kegiatan ini dimulai sejak tahun 1999, dan pada tahun 2029 Singapura akan memiliki sebuah pulau baru seluas 350 Ha. Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai pencemaran di perairan Singapura atau Riau.

Untuk PLTSa Bandung, pemanfatan abu bawah dan abu terbang baru dapat dilakukan setelah melalui pengujian-pengujian dan studi ilmiah sesuai dengan ketentuan. Selama pengujian belum dapat membuktikan bahwa abu-abu tersebut dapat dimanfaatkan dengan aman, abu-abu tersebut akan diperlakukan sesuai dengan ketentuan limbah B3.

Kurva pembakaran

Kurva pembakaran sampah di dalam tungku dan kondisi operasi lainnya dapat diprediksi dengan menggunakan bantuan perangkat lunak komersial. Vendor dari Cina menggunakan perangkat lunak Thermoflow. Masukan yang diperlukan bagi perangkat lunak ini adalah komposisi unsur sampah, nilai kalor sampah, dan asumsi-asumsi besaran ekonomi, sedangkan keluarannya berupa kondisi operasi, kurva pembakaran, balans material, dimensi utama, layout pabrik, dan bussiness plan. Perangkat lunak ini biasa dimiliki oleh perusahaan pembuat pembangkit listrik.
 
Tim FS ITB menggunakan kombinasi perangkat lunak Cycle Tempo dan Firecad, meskipun tidak secanggih Thermoflow, perangkat lunak ini dapat digunakan untuk memprediksi kurva pembakaran dan kondisi operasi PLTSa. Dari hasil simulasi, diketahui bahwa PLTSa Bandung bisa beroperasi normal dengan masukan sampah yang berfluktuasi antara 110% hingga 50% kapasitas. Sedangkan nilai kalor dapat bervariasi antara 800 kkal/kg sampai 2000 kkal/kg dengan kondisi perancangan pada 1200 kkal/kg. Untuk memenuhi kriteria nilai kalor tersebut, sampah Bandung akan dibiarkan mengering 3 sampai 5 hari dalam bungker bersirkulasi udara di dalam PLTSa.

Bandung memerlukan inovasi

Membangun PLTSa bukanlah tujuan. Tujuan yang utama adalah menyelesaikan masalah sampah Kota Bandung. Membangun ide-ide baru dan melakukan hal-hal nyata untuk mengurangi volume sampah lebih bermanfaat dari pada mereka-reka kelemahan teknologi yang ada. Wali kota, Dinas Kebersihan, dan seluruh masyarakat Kota Bandung tentunya akan gembira apabila di Bandung terdapat puluhan jenis teknologi pengolahan sampah sehingga tidak ada lagi sampah yang harus diangkut ke TPA (atau ke PLTSa).
Penulis, Ketua Tim FS ITB dan Kepala Pusat Rekayasa Industri ITB. Tulisan ini merupakan tanggapan terhadap tulisan Gede H. Cahyana di "Pikiran Rakyat" 6 Juni 2004.
 
PLTSa: Alternatif Solusi Masalah Sampah
Oleh ARI DARMAWAN PASEK
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook