Alpen Steel | Renewable Energy

~ Mobil Berbahan Bakar Jarak

Wapres Lepas Uji Coba Mobil Berbahan Bakar Jarak

Biofuel yang terbuat dari pohon jarak menjadi bahan alternatif solar, salah satu bahan bakar dari fosil. Uji coba penggunaan BBM minyak jarak dilakukan. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla melepas dua mobil Mitsubishi Kuda yang berbahan bakar minyak jarak ini. Dua mobil ini dilepas oleh Wapres di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2006). Hadir dalam acara ini, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menneg BUMN Sugiharto, Menteri koperasi dan UKM Suryadarma Ali, dan para insinyur yang memprakarsai bahan bakar alternatif ini. Bahan bakar nabati ini diberi nama INA BF 100 merupakan hasil kreativitas para alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS).

Bahan bakar ini murni tanpa campuran dan menjadi pengganti solar. Dua mobil yang diisi INA BF 100 ini akan menuju Surabaya melewati Cirebon dan Semarang, dengan menempuh jarak 1.800 km pulang pergi. Berdasarkan pengamatan detikcom, bahan bakar ini murah dan berbau seperti minyak goreng ketika mendidih. Ongkos produksi bahan bakar ini antara Rp 3.000-3.500 perliter, lebih murah dari produk sejenis yang mempunyai kualitas di bawahnya. Dalam sambutannya, Wapres menyambut baik para alumni ITS yang telah memproduksi bakar bakar tersebut. Menurut dia, ITS memiliki jiwa kepahlawanan yang tinggi, karena menyandang nama 10 November (Hari Pahlawan-Red). "Pahlawan tidak perlu penghargaan, yang penting semangat bekerja, apalagi sebentar lagi sepuluh November. Dengan semangat itu, maka kita berbahagia, jadi sekali-kali tentu kita catat," terang Wapres.

Menurut wapres, alumni harus mempunyai sumbangsih yang betul kepada kampus agar terjadi sinergi timbal balik. "Kita sering mendengar pembicaraan, alumni yang baik jadi konsultan, yang menengah jadi manajer, yang pura-pura pintar jadi owner. Saya kira ITS berada di tingkat satu dan dua, pintar dan banyak manajer, di Gresik dan Adhi Karya. Saya kira cuma level itu, tidak ada yang di bawah, jadi tidak ada ownernya. Unhas sedikit di bawah jadi banyak ownernya," kata Wapres berkelakar. Wapres mengeluh, bangsa ini bila membuat airport selalu meminta bantuan asing. "Kapan pintarnya insinyur kita bikin airport yang betul, apa susahnya. Di surabaya yang besok diresmikan, Jepang bertindak sebagai konsultan dan kontraktornya. Indonesia tinggal pakai, kapan pinternya kita," keluh Wapres.

 

Jakarta, Kompas (nik/asy) Niken Widya Yunita

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook