Alpen Steel | Renewable Energy

~ Jatisari Rejeki adopsi teknologi Jerman & Kanada

PT Jatisari Sri Rejeki memilih adopsi teknologi power plant berbasis sekam dari Jerman dan Kanada, senilai Rp73,4 miliar, setelah urung adopsi teknologi serupa dari China. Sahat M. Sinaga, Presdir Jatisari Rejeki, mengungkapkan pembangkit tenaga listrik itu akan menghasilkan energi listrik sebesar 6 megawatt (MW) yang ditargetkan dapat beroperasi pada September 2008. Dari hasil pembangkitan energi listrik sebesar 5,1 MW, sebanyak 1,2 megawat disubsidikan kepada 1.400 petani binaan yang berada di tujuh kecamatan di Karawang dan lima kecamatan di Subang. Sementara, 3,9 MW dijual kepada PLN seharga Rp550 per kWh (kilowattt hour), atau lebih murah Rp50 per kWh dibandingkan harga beli PLN kepada pembangkit lainnya. "Proyek pembangkitan dari bahan sekam ini mulai tahapan pekerjaan lapangan pada Mei tahun ini, dan ditargetkan sudah beroperasi pada kuartal ketiga 2008.

Kami membuat proyek ini untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan, penghematan energi, dan air," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu. Soal teknis Sahat menjelaskan perusahaannya mengurungkan adopsi teknologi tersebut dari China karena pertimbangan teknis. Teknologi pembangkit listrik asal Negeri Panda itu, lanjutnya, hanya dapat memberikan hasil abu sekam dengan kadar kandungan karbon 12% dan kandungan silika oksida 70%. Padahal, kadar kandungan karbon diharapkan di bawah 2% dan silika oksida di atas 96%. Menurut dia, pilihan teknologi dari Jerman dan Kanada itu karena mempunyai nilai lebih baik, serta adanya kinerja pembangkit listrik yang lebih baik. Tetapi, konsekuensinya nilai investasi lebih besar 20% dibandingkan tawaran teknologi dari China, senilai Rp72 miliar.

Sedangkan teknologi dari China itu, tetap akan digunakan untuk proyek pembangkit di luar pabrik perusahaan. Dirut Jatisari Rejeki itu menjelaskan guna mendukung proyek itu, perusahaan menjalin kerja sama lebih erat dengan petani binaan yang diharapkan dapat memasok kebutuhan bahan baku. Ini dilakukan dengan cara membeli gabah petani sesuai dengan harga pasar, tetapi perusahaan memberikan subsidi kepada mereka berupa energi listrik yang dihasilkan. Berdasarkan hitungan, tutur Sahat, guna mendukung peningkatan produksi beras sebanyak 2 juta ton pada tahun ini, dibutuhkan sedikitnya 32 unit penggilingan padi yang mampu menghasilkan energi listrik di Indonesia

 

Jakarta, Bisnis Indonesia

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook