Alpen Steel | Renewable Energy

~ Bakrie Bangun Pabrik Biodiesel

PT. Bakrie Sumatera Plantations (BSP), Tbk. bekerjasama dengan PT. Rekayasa Industri (Rekin) membangun pabrik biodiesel berkapasitas 60.000 ton hingga 100.000 ton dengan investasi sebesar US$ 25 juta dan dijadualkan mulai berproduksi pertengahan tahun 2008. Direktur Utama PT. BSP, Ambono Janurianto, mengatakan dalam pengoperasian pabrik tersebut dibentuk satu perusahaan patungan yang diberi nama PT. Bakrie Rekin Bio Energy dengan porsi saham BSP sebesar 70% sedangkan Rekin sebesar 30%. "Bidang usaha ini termasuk baru, meskipun begitu kami berkeyakinan kalau bisnis di sektor energi tidak ada sunset-nya. Energi merupakan hal terpenting bagi manusia, karena itu kami percaya dengan usaha ini meskipun tidak ada reference-nya," ujarnya, kemarin.

Lokasi pembangunan pabrik masih dalam tahap studi kelayakan, diantara 2 wilayah yaitu Jambi dan Batam. Dia menjelaskan luas lahan sawit yang dimiliki oleh perusahaannya saat ini mencapai 31.000 hektar dengan kemampuan produksi sebesar 114.000 ton per tahun. Bakrie akan terus menambah lahan sawit hingga pada tahun 2008 menjadi 41.000 hektar. Perluasan akan dilakukan di Jambi seluas 6.000 hektar dan Kalimantan Tengah seluas 4.000 hektar. PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk., kata dia, akan bertindak sebagai pemasok atau penyedia bahan baku berupa CPO atau bentuk pasokan feedstock lain yang dapat diproses menjadi biodiesel.

Sementara itu, PT. Rekayasa Industri (Rekin) akan berperan sebagai penyedia jasa rekayasa (engineering) dan konstruksi pembangunan pabriknya. Pabrik tersebut dirancang dengan fasilitas yang mampu memproses multi feedstock dan tidak hanya tergantung pada satu jenis bahan baku. Direktur Utama PT. Rekayasa Industri, Triharyo Indrawan Soesilo, mengatakan industri biodiesel merupakan sektor usaha yang menjanjikan, mengingat keterbatasan sumber daya minyak yang mengakibatkan harga terus meningkat. "Kalau kita menggunakan acuan harga di Eropa Barat, dimana harga 1 ton berkisar US$ 117 hingga US$ 290, maka pabrik kami nantinya diperkirakan akan membutuhkan investasi sebesar US$ 25 juta," paparnya. Namun, harga tersebut akan sangat bergantung pada purifikasi methanol dan gliserin kualitas produk biodiesel serta fasilitas utilitas yang sudah tersedia. Berkaitan dengan pemasaran, Ambono mengatakan bahwa produk biodiesel yang dihasilkan akan dipasarkan di dalam negeri, baik itu secara rite ataupun langsung ke pabrikan.

 

Bisnis Indonesia

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook