Alpen Steel | Renewable Energy

~ Biofuel Menghemat Kebutuhan Solar

Substitusi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) solar ke bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel, sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk pembakaran luar di lingkungan PLN dan anak perusahaannya, dapat menghemat kebutuhan solar. Solar dihemat sebanyak 19.750-20.000 ton kiloliter per tahun, dari total kebutuhan solar dalam negeri 8 juta ton kl per tahun, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, dalam peresmian Pembangkit Listrik Gresik sebagai 'Pilot Project Biofuel' untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas, di Gresik.

"Penggantian pemakaian solar ke biofuel merupakan upaya diversifikasi energi dalam mencapai ketahanan energi, sehingga dapat menghemat cadangan BBM yang kian menipis," kata menteri ESDM. Menurut dia, diversifikasi energi dari solar ke biofuel seharusnya bisa diterapkan sejak dulu. Namun, saat ini baru digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Pembangkitan (UP) Gresik berkapasitas 2.250 megawatt (MW), yang melayani 70% konsumen di Jawa Timur. "Hal ini karena bahan bakar nabati biofuel itu, dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap BBM," katanya menambahkan.

Dirjen Minyak dan Gas (Migas), Evita Herawati Legowo, menambahkan, penerapan biofuel sebagai bahan bakar pembangkit sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.32/2008 tentang penyediaan, pemanfaatan, dan tata niaga bahan bakar nabati sebagai bahan bakar lain. Karena itu, biofuel wajib dipakai secara bertahap di berbagai sektor, termasuk oleh pembangkit listrik yang dimulai pada tahun ini. "Untuk itu, kami optimistis, pada tahun 2011, dengan penggunaan bahan bakar nabati ini dapat mengurangi pemakaian BBM hingga 2% dari kebutuhan saat ini," katanya optimis.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Fahmi Mochtar menyebutkan, bahan bakar nabati biofuel yang pertama kali digunakan di PLTG Gresik itu, memiliki komposisi campuran 95% solar dan 5% Fatty Acid Methyl Esters (FAME) atau produk tersesterifikasi dari crude palm oil (CPO). "Jika saat ini masih mencampur solar dengan 5% FAME, ke depan naik menjadi 10% hingga maksimalnya 20%," katanya menjelaskan. Selain penggantian BBM dengan biofuel, kata Fahmi, beralihnya penggunaan BBM ke batubara yang dilakukan PLN selama ini, berdampak pada penghematan biaya subsidi pemerintah menjadi Rp45 triliun, dari tahun sebelumnya sebesar Rp83 triliun. Kebutuhan batubara per tahun 24,6 juta ton. "Bahkan, dari penghematan itu, berdampak pada segi pendapatan yang mengalami kenaikan dari Rp84 triliun menjadi Rp89 triliun, dan menghemat biaya produksi batubara menjadi Rp500,00/kwh dari biaya produksi untuk BBM Rp2.000,00/kwh. Di sisi lain, rata-rata kebutuhan batubara per tahun 24,6 juta ton per tahun," katanya.

 

Kapanlagi (kpl/roc)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook