Alpen Steel | Renewable Energy

~ Tren Memproduksi Mobil Hijau Bentley Pasarkan Continental GT


BENTLEY PUN IKUT BUAT MOBIL HIJAU

Bentley sebagai salah satu pabrikan pembuat mobil papan atas berperforma tinggi pun mengikuti tren memproduksi mobil hijau. Pada tahun 2010, Bentley memasarkan Continental GT yang ramah lingkungan, yakni Continental GT FuelFlex. Tidak tanggung-tanggung, Bentley mencanangkan bahwa lebih dari separuh mobil yang diproduksi pada tahun 2010 berkategori FuelFlex.

FuelFlex adalah singkatan dari fuel flexibility, yang berarti bahwa Continental GT FuelFlex dapat menggunakan bahan bakar bensin atau campuran bensin dengan etanol sampai 85 persen (E85) yang ditampung dalam satu tangki.

Teknologi FuelFlex di Bentley pertama kali dipelopori oleh Continental Supersports Coupe pada tahun 2009. Pada tahun 2010, semua jajaran Continental akan menggunakan teknologi tersebut, termasuk New Supersports Convertible.

Bentley Continental tetap menggunakan mesin berkapasitas 6.0 Liter (5.998 cc), 12 silinder dalam konfigurasi W (W12), andalannya. Namun, dengan menggunakan E85 sebagai bahan bakar, mesin berkapasitas besar itu menjadi sangat ramah lingkungan. Bukan itu saja, dengan mengandalkan E85 secara teoretis, Bentley Continental turut mengamankan cadangan minyak bumi yang semakin menipis.

Mengingat dalam E85 kandungan bensinnya hanya 15 persen, sedangkan 85 persen sisanya adalah etanol, yang merupakan bahan bakar terbarukan (renewable fuel). Etanol dapat dibuat dengan mengekstrak gula tebu, jagung, atau singkong sehingga etanol dapat terus dibuat atau diproduksi.

Dalam urusan membuat mobil hijau, Bentley tidak sendirian. Pembuat mobil papan atas berperforma tinggi lainnya, seperti Ferrari dan Porsche, juga memproduksi mobil hijau. Namun, berbeda dengan Bentley yang memilih menggunakan bahan bakar campuran bensin dengan etanol, Ferrari dan Porsche menggabungkan mesin berbahan bakar bensin dengan motor listrik.

Walaupun menggunakan pendekatan yang berbeda, Bentley, Ferrari, dan Porsche tetap mempertahankan posisinya sebagai perusahaan pembuat mobil berperforma tinggi. Dengan demikian, yang berubah hanya pada konsumsi bahan bakar fosilnya saja, yang semakin hemat, dan emisinya pun lebih ramah lingkungan, sedangkan performa mesin tetap tinggi.

Sementara itu, untuk model konservatifnya, Bentley tetap mempertahankan model dengan mesin 6.75 Liter, V8. Namun, mesin konservatif itu pun telah direkayasa hingga mengurangi emisi CO-nya sekitar 15 persen. Penghematan itu diperoleh melalui mengatur camshaft (noken as) dan menyala atau mematikan silinder (cylinder deactivation). Dengan kata lain, pada saat mobil melaju dengan putaran mesin rendah, sebagian silinder tidak diaktifkan atau diistirahatkan. Sebagian silinder itu baru diaktifkan jika mobil berakselerasi atau melaju di tanjakan. (JL)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook