Alpen Steel | Renewable Energy

~ Biogas Sebagai Alternatif Energi

Energi Biogas Alternatif BBM dan Pupuk

klik untuk melihat foto
Energi biogas
Semakin sulitnya sumber energi minyak, minyak tanah (mita) dan gas dewasa ini membuat sejumlah daerah menuntut masyarakat untuk melakukan inovasi.  Membuat sebuah pengembangan sumber daya energi. Juga menciptakan salah satu model lain sumber energi alternatif energi minyak tersebut.

Supaya kebutuhan energi minyak dapat terpenuhi. Salah satunya dengan cara memanfaatkan kotoran hewan sebagai energi biogas. Sebagaimana yang saat ini dikembangkan Kabupaten Solok.

Kini energi biogas tersebut telah dikembangkan di tiga nagari. Di antaranya, Nagari Cupak Kecamatan Gunungtalang, Nagari Batubanyak, Kecamatan Lembangjaya, Nagari Kotoanau, Kecamatan Lembangjaya.

Saat ini ketiga nagari tersebut memang menjadi sentra pengembangan kotoran sapi yang dijadikan biogas. Pengerjaannya dikelola langsung oleh masyarakat dengan bantuan dari pemerintah melalui Dinas Pertambangan dan Energi (DPE) setempat.

Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo didampingi Kepala Bidang Energi Dinas Pertambangan dan Energi (DPE) Kabupaten Solok Syafarman mengatakan, jajarannya terus mengupayakan pengembangan sumber energi pengganti minyak untuk masyarakat.

"Semua itu tidak terlepas dari kegigihan dari masyarakat untuk mengembangan pemikirannya, agar sumber energi itu selalu didapatkan," kata Gusmal. Ketiga nagari tersebut, lanjut Syarfarman mendapatkan bantuan alat pengolahan tersebut dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Solok.

Ditambahkan Syarfarman, biogas yang dihasilkan kotoran itu untuk kebutuhan bahan bakar memasak. Ampas kotoran itu bisa juga dijadikan sebagai pupuk kompos. Yang mana kompos itu untuk pertumbuhan tanaman petani, seperti padi.

"Sehingga tidak satu pun hasil dari kotoran itu tidak berguna lagi," katanya.
 
Energi itu digunakan sebagai energi alternatif, selain minyak tanah, gas dan lain sebagainya. Bahan bakar itu sangat ramah lingkungan pengganti bahan bakar sebelumnya.

Pupuk kompos yang dihasilkan dari dari limbah biogas itu lanjut Syafarwan, merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.

Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk organik dari biogas telah dicobakan pada tanaman jagung, bawang merah dan padi.

Bahkan saat ini, banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan biologi mekanis pada tempat pengolahan limbah.

Komposisi biogas bervariasi tergantung dengan asal proses anaerobik yang terjadi. Gas landfill memiliki konsentrasi metana sekitar 50 persen, sedangkan sistem pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75 persen CH4. (*)

 

 

ham Safutra - Padang Ekspres
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook