"Saya tantang para siswa SMK kita untuk mampu menciptakan pengganti energi tak terbarukan, mengingat minyak maupun batubara ataupun sejenisnya semakin hari semakin kritis keberadaannya," katanya saat membuka Gebyar SMK di Medan, Kamis.

Ia mengatakan dewasa ini ada dua isu sentral yang dihadapi bangsa ini, pertama adalah krisis lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari fenomena cuaca yang selalu tidak menentu dan tidak dapat ditebak yang diakibatkan adanya anomali cuaca.

Kedua adalah persoalan krisis energi, yakni terkait dengan semakin derasnya industrialisasi di berbagai belahan dunia, yang tentunya juga membutuhkan energi cukup besar seperti halnya minyak bumi.

Sementara ke depan, energi tidak terbarukan tersebut secara perlahan akan habis. Persoalan ini harus mendapat perhatian semua pihak, terutama generasi-generasi muda Indonesia agar mampu menciptakan inovasi-inovasi demi menyahuti krisis tersebut.

"Melalui Gebyar SMK ini, saya tantang para siswa SMK kita untuk dapat mencari solusi dari kedua isu berat ini, terutama krisis energi. Karena siswa SMK tentunya memiliki keahlian lebih dibandingkan dengan siswa lainnya," katanya.

Ia mencontohkan dengan apa yang telah dilakukan dua orang siswa SMK dari Malang, Jawa Timur yang telah berhasil menciptakan sepeda dengan tenaga pegas. Sepeda tersebut dapat melaju lebih cepat daripada menggunakan kayuhan kaki.

"Meski larinya tidak secepat sepeda motor, namun yang istimewa adalah kedua siswa tersebut berhasil menciptakan inovasi terbaru tanpa menggunakan energi minyak. Dengan keberhasilan kedua siswa asal Jawa Timur itu, saya berharap itu dapat menjadi pemicu atau contoh bagi siswa di Sumut untuk dapat berbuat hal yang sama," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri, mengatakan program pengembangan pendidikan sebagaimana tertuang dalam UU No 20 Tahun 2003 adalah mengembangkan kemampuan bakat dan minat siswa.

Hal tersebut salah satu tujuannya adalah agar siswa nantinya mampu menjadi manusia yang bermartabat dan bertanggungjawab. Peningkatan kemampuan siswa yang telah dicapai dalam proses belajar mengajar juga perlu disosialisasikan ke masyarakat.

"Salah satu strateginya adalah dengan mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan minat dan bakat serta kreativitas siswa," katanya.