Alpen Steel | Renewable Energy

~ 1 Liter Bahan Bakar Cukup Untuk Menempuh Jarak 3.836 Kilometer

ENERGI
Hidrogen Setara 1 Liter Bensin untuk 3.836 Kilometer

 

Rekor dunia soal kendaraan hemat bahan bakar hingga sekarang belum terpecahkan. Hebatnya, perancang kendaraan hemat bahan bakar itu adalah mahasiswa. Mereka tim dari The Swiss Federal Institute of Technology Zurich.

Melalui metode tertentu ditetapkan, bahan bakar hidrogen ekuivalen atau setara dengan satu liter bensin. Bahan bakar itu kemudian digunakan kendaraan rancangan mahasiswa tersebut pada kompetisi Shell Eco-marathon kategori Prototipe Futuristik pada 26 Juni 2005 di Ladoux, Perancis. Hasilnya, satu liter bahan bakar tersebut cukup untuk menempuh jarak 3.836 kilometer, atau hampir empat kali Anyer-Panarukan!

”Sebuah prestasi yang tidak mungkin bisa dicapai untuk aplikasi jenis kendaraan saat ini,” kata Kepala Balai Termodinamika, Motor, dan Propulsi pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto, Jumat (19/3) di Jakarta.

Kendaraan yang diberi nama PAC-Car II itu ditetapkan sebagai kendaraan paling sedikit menggunakan bahan bakar dengan jarak tempuh paling jauh dalam kompetisi Shell Eco-marathon (SEM). SEM diselenggarakan di Eropa sejak 1985, di Amerika Serikat sejak 2007, dan di Asia baru akan dimulai Juli 2010 di Sepang, Kuala Lumpur, Malaysia.

Penyelenggaraan SEM paling dekat di Amerika Serikat pada 26-28 Maret 2010, di sirkuit Discovery Green, Houston, Texas. Peserta SEM dikhususkan bagi pelajar dan mahasiswa.

Rekor SEM memang mengundang banyak perhatian di kalangan ilmuwan. Selain Prawoto, Kepala Balai Besar Teknologi Energi BPPT MAM Oktaufik menyatakan, masih sulit memahami teknologi yang dikembangkan untuk mencapai jarak tempuh di atas 3.000 kilometer dengan bahan bakar satu liter bensin atau setara dengannya.

Empat hal strategis

Ada empat hal strategis, menurut Prawoto dan Oktaufik, yang harus ditempuh untuk menciptakan kendaraan paling efisien bahan bakar. Keempatnya harus dirancang secara simultan, sekaligus menjamin keselamatan bagi pengendaranya.

Pertama, sistem pembakaran untuk menghasilkan energi harus dicari paling optimal. Penyelenggara SEM membolehkan peserta menggunakan berbagai jenis mesin, meliputi

internal combustion dengan bahan bakar konvensional, seperti bensin, minyak diesel, ataupun bahan bakar nabati, seperti etanol dan biodiesel. Kemudian, kendaraan dengan sumber energi listrik yang diperoleh dari baterai, sinar matahari, dan sel bahan bakar dengan hidrogen.

Pada SEM 2009 di Lausitz, Jerman, kendaraan yang diberi nama Microjule bermesin internal combustion dengan bahan bakar bensin karya LPTI St Joseph La Joliverie Nantes, Perancis, menjadi pemenang SEM 2009 dalam kategori yang sama dengan PAC-Car II, yaitu Prototipe Futuristik.

Prestasi Microjoule berhasil menempuh jarak 3.771 kilometer per liter. Baru kemudian disusul dua pemenang yang menggunakan kendaraan bermesin sel bahan bakar atau fuel cell, berturut-turut meliputi FL Smith Roadrunners karya mahasiswa Technical University, Denmark, dan Polyjoule karya mahasiswa Polytech’s Nantes, Perancis.

Ketiga hal lainnya yang harus diperhatikan meliputi sistem mekanik harus mampu mencapai gesekan yang paling kecil. Sistem transfer panas harus ditunjang material yang paling andal. Kemudian sistem transmisi harus otomatik atau secara komputerisasi untuk mengoptimalkan kinerjanya. (NAW)

 

Sumber : kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook