Alpen Steel | Renewable Energy

~ Listrik Padam Menyelimuti Kota New York Dan Sekitar

Pemadaman Listrik di Amerika Serikat

Amerika pun pernah kena pemadaman listrik. Yang paling dahsyat terjadi pada 9 November 1965. Saat itu kegelapan menyelimuti Kota Toronto, Rochester, Boston dan New York. Peristiwa yang dikenal dengan the great blackout itu sangat menggemparkan. Sampai-sampai waktu itu timbul spekulasi bahwa negara adidaya itu tengah diserang teroris atau alien.

Dari udara, seorang pilot yang melintas di atas Kota New York terkejut ketika menyaksikan lampu Times Square mendadak redup. Dalam waktu 13 menit, jaringan listik seluas 80 ribu mil padam. Masyarakat panik. Kota mendadak diselimuti kegelapan, jaringan kereta api bawah tanah terhenti. Selama puluhan tahun, itulah pertama kalinya 30 juta penduduk di wilayah tersebut tidak dapat menikmati televisi, pengatur lalu lintas, lampu pendaratan pesawat, elevator dan lemari pendingin.

Ternyata 38 tahun kemudian, peristiwa serupa kembali terjadi di negeri Paman Sam itu. Kali ini pemadaman listrik terjadi pada 14 Agustus 2003 dan menimpa sejumlah kota di wilayah timurlaut AS, mulai dari Cleveland, Akron, Toledo, New York, Baltimore, Buffalo, Albany, Dotroit dan sebagian New Jersey. Kemudian Long Island, Westchester County, Rockland County, Putnam Coutny, Vermont, Connecticut dan sebagian besar wilayah Canada termasuk Toronto, dan Ottawa. Diperkirakan mencakup wilayah seluas 24.000 kilometer.

Peristiwa di tahun 1965 itu setelah ditelusuri ternyata karena satu stasiun relay di Ontario yang overloaded. Sedangkan peristiwa di tahun 2003 itu hasil laporan US-Canada Power System Outage Task Force menunjukkan bahwa peristiwa pemadaman listrik itu karena perusahaan FirstEnergy gagal untuk memangkas sejumlah pohon di wilayah Ohio. Rupanya pepohonan itu telah mengganggu jaringan listrik bertegangan tinggi yang mensuplai 100 pusat tenaga listrik. Selain itu perusahaan ternyata computer software bug di General Electric tidak mengontrol sistem tersebut sehingga tidak ada alarm peringatan akan terjadinya peristiwa tersebut.

Efek peristiwa yang terjadi di tahun 2003 jauh lebih besar dari pada tahun 1965. Mulai kegiatan rumah tangga dan industri terhenti, hingga suplai air bersih juga terhenti. Kegiatan transportasi seperti Amtrak Northeast Corridor mengalami gangguan, begitu juga kereta listrik seperti Long Island Rail Road, dan Metro North Railroad, demikian juga kegiatan pernerbangan harus dihentikan karena kesulitan untuk mengakses informasi tiket elektronik dan tidak bekerjanya menara pengawas. Banyak stasiun pengisian bahan bakar berhenti beroperasi karena menggunakan tenaga listrik, mengakibatkan jalur transportasi bus juga mengalami gangguan. Belum lagi gangguan terhadap sistem komunikasi seperti radio, telepon, internet, dan TV kabel serta kerugian di bidang industri lainnya.

 

Mengubah Kebijakan

Krisis energi listrik ini menunjukkan betapa dunia begitu ringkih dan bergantung pada infrastruktur yang namanya listrik. Tak heran setelah blackout kedua, Presiden George W Bush menganggap perlu untuk mengubah kebijakan energi nasional.

Inovasi untuk dapat menemukan sumber energi listrik baru dikembangkan. Pada 1999, perusahaan raksasa Swiss ABB mengejutkan dunia ketika mereka mengumumkan bahwa mereka mengalihkan fokus dari pembangunan pembangkit energi listrik nuklir ke pembangunan pembangkit listrik dari sumber yang bisa diperbarui dan tersebar.

Itu merupakan istilah lain metode berukuran kecil untuk mendatangkan listrik lebih dekat lagi ke konsumen. Seth Dunn dari Worldwatch Institute menggunakan istilah canggih untuk pembangkit listrik ter- sebar: micropower.

Sumber daya ramah lingkungan seperti rangkaian photovoltaic dan turbin angin termasuk dalam kategori micropower. Begitu juga mesin timbal balik, fuel cell, serta turbin mikro berbahan bakar bensin. Micropower cukup populer di pasar dunia, di negara industri, dan di daerah-daerah tidak terjamah listrik, yang memungkinkan daerah sekitarnya tumbuh tanpa harus menunggu listrik nasional berbiaya mahal. Yang lebih ekstrem adalah Silicon Valley menggunakan micropower dengan metode generator berbahan bakar fosil.

Sedangkan alternatif lain jaringan pembangkit listrik adalah penggunaan tenaga angin (photovoltaic). Kini kincir angin bertebaran, terutama di Eropa. Denmark mengambil 13 persen kebutuhan listriknya dari sumber yang bisa diperbarui ini.

Sementara perusahaan Denmark seperti Vestas Wind System dan Bonus Energy menghasilkan turbin angin untuk setengah permintaan dunia (Jerman, Spanyol, dan Inggris). Akhir tahun ini, ladang turbin angin di Texas yang sedang dibangun, akan menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan 139 ribu rumah.

Penghasilkan listrik dari sinar matahari juga mulai populer. Musim gugur ini, proyek tenaga matahari terbesar akan dijalankan di Filipina. Proyek bernilai US$ 48 juta itu akan menghasilkan listrik untuk 400 ribu rumah dari 150 desa di Pulau Mindanao, Filipina. Proyek itu juga mampu mem-bangun 69 sistem irigasi dan 97 sistem penyaluran air minum baru. Pembangkit listrik tenaga angin dan matahari juga mulai dikembangkan di Tiongkok, India, Indonesia, dan Afrika. [dari berbagai sumber/W-10]

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook