Alpen Steel | Renewable Energy

Pramuka Mendapat Pengetahuan Tentang Potensi Laut Sebagai Sumber Energi Ramah Lingkungan

Tidak banyak yang tahu bahwa ternyata masih ada potensi sumber energi alternatif pembangkit tenaga listrik. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik. Tuntutan bahwa tahun 2025, diharapkan 90 % dari seluruh rumah tangga dapat menikmati listrik, dan upaya ini diperlukan setiap tahunnya dilakukan penambahan sekitar 450 MW, mungkin kah itu?
Kebijakan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) dalam menjawab isu nasional energi yang diversifikasi energi, salah satunya adalah energi kelautan sebagai energi alternatif terbarukan. Laut Indonesia menyimpan bahan mentah untuk energi terbarukan yang potensial
 Di atas kapal Doro Londa, adik-adik Pramuka Penegak dan Pandega peserta Ekspdisi Kelautan Pramuka Indonesia 2009 mendapatkan penjelasan bahwa dilaut menyimpan potensi yang sangat besar, yaitu energi arus. Apakah itu?, 
Energi arus merupakan Gerakan arus laut dapat dikonversikan menjadi energi listrik dengan memasang baling-baling di laut dan dengan tenaga arus baling-baling tersebut menggerakan turbin yang menghasilkan energi listrik.
 Dijelaskan Ibu Ai Yuningsih dari Puslitbang Geologi Kelautan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM), bahwa kesadaran menggunakan energi alternatif yang bersumber di laut belum ada dan selama ini energi kelautan yang begitu banyak potensinya itu baru dalam tahap penelitian. Mungkin saja kita masih menganggap energi posil masih ada, seperti batubara, minyak bumi, gas dan sebagainya. Jadi belum terpikirkan bahwa 10 tahun kedepan energy dari posil akan habis. 
Memang kalau dilihat dari teknologinya, biaya pembangunan energi listrik dengan menggunakan arus laut mungkin lebih mahal, tapi kalau kita melihat hasilnya, mahal pada awalnya, tapi itu akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan energi kompensional/posil karena menurut Ibu Ai Yuningsih, penggunaan energi laut dipastikan akan ramah lingkungan , tidak ada efeknya terhadap lingkungan karena tidak ada pembakaran untuk itu. Lain halnya dengan menggunakan energi konpensional, tentu ada pembakaran, seperti penggunaan batubara, minyak bumi dan lain sebagainya.
 Menurut Ibu Ai, beberapa energi yang menjadi garapan penelitian adalah energi angin, matahari, biogas dari kotoran sapi, dan semuanya ini masih dikembangkan tapi energi dari arus laut lebih menguntungkan dibandingkan dengan angin, karena sistem kerjanya sama. Bedanya kalau energi arus laut itu dapat diprediksi tapi kalau angin susah untuk diprediksi karena tergantung musin dan konstruksinya harus kuat, begitu juga energi mata hari hanya dapat dioperasikan di siang hari.
 Selain mendapatkan materi tentang kelautan dan segala potensinya, peserta Ekspedisi kelautan Pramuka Indonesia yang saat berita ini dibuat sedang di atas perairan Gorontalo mendapatkan juga ilmu tentang upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan amanat konstitusi UUD ’45.
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook