Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLN Belum Lengkapi Persyaratan PLTA Cisokan

PEMBANGUNAN PROJEK ANDALKAN DANA BANK DUNIA

PLN Belum Lengkapi Persyaratan PLTA Cisokan

 BANDUNG, (PRLM-A-132/A-147).- Sampai saat ini persyaratan yang harus dilengkapi oleh PLN untuk membangun PLTA Pump Storage Upper Cisokan masih belum dilengkapi. Padahal, jika sampai Desember 2010 perlengkapan itu belum dilengkapi penandatanganan perjanjian utang senilai Rp 6 miliar dengan Bank Dunia terancam mundur sampai satu tahun.

 

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi membahas rencana pembangunan PLTA Pump Storage Upper Cisokan di Gedung Pakuan, Kamis (7/10). Rapat dipimpin oleh Gubernur Ahmad Heryawan, dihadiri oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy S. Priatna, dan Kepala Kanwil Perhutani, dan para kepala OPD di lingkungan Pemprov Jabar.

Usai rakor, Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan, sampai saat ini masih ada perbedaan penafsiran tentang aturan perizinan, sehingga berbagai persyaratan yang sudah dipenuhi oleh PLN masih dianggap kurang. Dia berharap dalam waktu dekat ini, persoalan penafsiran aturan itu bisa segera diselesaikan. “Kita masih memiliki waktu sampai Desember untuk menyelesaikan semua persyaratan dan perijinan itu,” kata Dahlan.

Di dalam rakor itu terungkap, bahwa Bank Dunia mensyaratkan agar persyaratan dan perizinan harus sampai di Bank Dunia 120 hari sebelum penandatangan perjanjian utang dilakukan. Perjanjian itu sendiri rencananya akan dilakukan pada Februari 2010. Jika tempo waktu 120 hari itu terlewati, penandatanganan perjanjian itu bisa mundur sampai tahun 2012.

Dahlan mengungkapkan, pembiayaan untuk projek PLTA Pump Storage pertama di Indonesia itu benar-benar hanya mengandalkan dana utang dari Bank Dunia. Dana yang dibutuhkan, dan akan disepakati untuk membangun PLTA di Cisokan itu sebesar Rp 6 triliun. “Uang sebesar itu untuk membiayai keseluruh projek, mulai dari pembebasan lahan, membeli mesin pembangkit, dan lain-lain,” kata Dahlan.

Listrik dari PLTA Cisokan akan masuk ke jaringan listrik Jawa-Bali. PLTA itu akan menggunakan empat mesin masing-masing dengan kapasitas pembangkit 260 MW. Harga mesin untuk pembangkit 1 MW sekitar 800 ribu dolar AS (sekitar Rp 7,4 miliar). Artinya, untuk membangun pembangkitnya saja dibutuhkan dana sekitar 800 juta dolar AS atau sekitar Rp 8 triliun. Padahal utang Bank Dunia hanya akan disetujui sekitar 500 juta dolar AS ditambah dana pendamping dari APBN sekitar 100 juta dolar AS
Relokasi

Dahlan mengatakan, warga yang akan tergusur karena projek itu sebanyak 300 KK, dengan lahan seluas 393 hektar. Rencananya mereka akan direlokasi ke lahan pengganti, yang sampai saat ini belum ada. Untuk lahan pengganti itu, PLN memiliki kewajiban untuk mengganti dua kali lipat dari lahan yang digunakan, atau hampir 800 hektare. “Lahan penggantinya masih diteliti oleh ITB,” kata Dahlan.

Gubenur Ahmad Heryawan mengatakan, semua persyaratan perijinan untuk pembangunan PLTA itu harus diselesaikan secepatnya. Namun pada prinsipnya, kata Heryawan, Pemprov Jabar mendukung rencana pembangunan itu, karena akan memberikan dampak positif bagi warga Cisokan, dan warga Jabar. 

 


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook