Alpen Steel | Renewable Energy

~ Saluran Irigasi Induk Pintu VIII Di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat

KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM
Saluran irigasi induk pintu VIII di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/7), mulai mengering. Petani ramai-ramai menyedot air irigasi yang tersisa untuk sawah mereka.
 
DAMPAK KEMARAU
Petani Ramai-ramai Menyedot Air Irigasi

Cirebon, Kompas - Petani di wilayah hilir Kabupaten Cirebon, Selasa (14/7), mulai berdatangan ke saluran irigasi induk di wilayah tengah Cirebon untuk menyedot air irigasi.

Makmud dan dua rekannya yang berasal dari Desa Kalideres, Kecamatan Kaliwedi, rela berjaga di pintu irigasi induk di Kecamatan Susukan untuk menunggui empat mesin pompa sejak dua hari lalu. Menurut Makmud, meski air masih dialirkan ke desa mereka, jumlahnya kurang.

Sekitar 3 kilometer dari tempat Makmud, Sarpin (34) juga berupaya mengalirkan air ke persawahan Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, dengan pompa air.

Akibat penyedotan, jumlah air yang mengalir ke daerah tujuan irigasi lain kian berkurang. ”Kalau begini caranya, kami juga harus berjaga di pintu air,” kata Rasdi, petani dari Kapetakan.

Staf Operasi dan Pengolahan Data Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Cimanuk-Cisanggarung, Narsan, mengakui, debit air irigasi induk berkurang. Cirebon kini hanya mendapatkan air 7 meter kubik per detik, lebih sedikit dibandingkan pekan lalu, 12 kubik per detik. Sistem gilir giring mulai dilakukan. Pintu air di irigasi induk Bondan di Indramayu dibuka empat hari untuk Cirebon dan tiga hari untuk Indramayu.

Air di Waduk Darma mulai dibuka untuk mengairi persawahan. Jumlah air waduk diperkirakan mampu mengairi sawah hingga musim panen gadu dua pekan lagi.

Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ribuan petani tegalan mulai menganggur seiring datangnya musim kemarau. Sebagian di antaranya merantau ke kota-kota besar untuk bertahan hidup.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo, terdapat 53.444 hektar tegal di kabupaten itu. Sebagian tegalan bisa ditanami padi usia enam bulan satu kali tanam. Sebagian lain hanya bisa ditanami jagung, kedelai, dan singkong.

Musim kemarau membuat petani di Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, dan Kebonagung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, protes soal distribusi air Waduk Dawuhan di Wonoasri yang tidak sampai ke areal pertanian mereka.

Protes para petani itu disampaikan perangkat Desa Ngadirejo, Juniantoro, dan perangkat Desa Kebonagung, Priyo, kepada penjaga Waduk Dawuhan, Djaidi, dan juru pengairan Kedunggong, Sujarwo, di Kantor Juru Pengairan Kedunggong, Kabupaten Madiun, Selasa.

Menurut Juniantoro, air diambil dengan pompa oleh para petani dekat waduk. Karena itu, Sujarwo diminta mengawasi distribusi air.

Akibat serangan hama keong mas, tikus, penggerek batang, dan wereng coklat, puluhan hektar tanaman padi di Kabupaten Grobogan, Demak, Jepara, Kudus, dan Pati di Provinsi Jawa Tengah dibiarkan mati.

Lahan padi gagal panen yang terluas berada di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, yang dikenal sebagai lumbung beras, yaitu lebih dari 2.000 hektar. Hal itu dikatakan Ketua Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air Sistem Kedung Ombo Kaspono.

Sementara itu, setelah hampir sebulan tidak turun hujan, tinggi muka air di Waduk Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menurun drastis. Kondisi itu menyebabkan pasokan air menuju Pembangkit Listrik Tenaga Air Jelok dan Timo terganggu sehingga dua mesin turbin harus dimatikan.

Pengawas Senior Subunit PLTA Jelok dan Timo PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Mrica Bibit Sugiyono mengatakan, akibat penurunan pasokan air, produksi listrik terganggu. Produksi listrik PLTA Jelok turun dari 15 megawatt (MW) menjadi 9 MW, di PLTA Timo dari 12 MW menjadi 7,5 MW.

 

Kekurangan air bersih

Kekeringan di Purbalingga, Jawa Tengah, terus meluas. Dalam tiga hari terakhir, jumlah desa yang melapor mengalami kekeringan menjadi 39 desa. Sumur warga mulai mengering. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer ke sungai terdekat yang juga mulai mengering.

 

Hal yang sama terjadi di Kelurahan Naimata, Kecamatan Alak Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 15 sumur air bersih mengering. Akibatnya, sedikitnya 157 keluarga terpaksa berjalan kaki hingga 2 km untuk mengambil air dari Sungai Maulafa.(NIT/LAS/APA/SUP/GAL/HAN/SEM/KOR)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook