Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kapasitas 187 MW PLTA Jatiluhur Dengan Enam Turbin Pembangkit

Aneka " Menu" Kampung Air Jatiluhur

 

Oleh Mukhamad Kurniawan

Ibarat organ tubuh, Grama Tirta Jatiluhur adalah jantung. Kawasan di pantai timur Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, itu memompa "darah" yang menggerakkan beragam sendi kehidupan sehingga lengkap sudah statusnya sebagai waduk serbaguna.

Niat awal pembangunannya adalah menopang produksi pangan, menyuplai irigasi persawahan di utara Jawa Barat. Dalam perkembangannya, waduk seluas 83 kilometer persegi itu juga dimanfaatkan untuk memproduksi listrik, menyuplai air baku minum dan industri, serta menjadi kawasan wisata dan budidaya ikan selama belasan tahun terakhir.

 

Waduk ini memang benar-benar serbaguna. Selesai dibangun tahun 1967, air waduk menyuplai kebutuhan sekitar 242.000 hektar sawah di Bekasi, Karawang, Subang, dan sebagian Indramayu. Produksi listrik dari enam turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air Jatiluhur berkapasitas terpasang 187 megawatt. Area genangannya juga menjadi lahan penghidupan dengan lebih dari 13.000 petak keramba jaring apung.

Waduk yang area genangannya meliputi enam kecamatan di Purwakarta itu semakin hidup dengan aneka aktivitas ekonomi, termasuk pariwisata. Pusatnya adalah kawasan Grama Tirta alias kampung air di pantai timur sisi utara.

Grama Tirta dikelola Unit Kepariwisataan Perum Jasa Tirta (PJT) II. Luasnya sekitar 53 hektar, berjarak 9 kilometer dari pusat kota Purwakarta. Kawasan ini berada di sekitar bendungan utama di Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur. Aneka menu

Selain pemandangan yang dikelilingi bukit dan gunung, kampung air Jatiluhur menawarkan beragam fasilitas. Ada wisata edukasi (kunjungan dan penjelasan soal teknologi bendungan dan pembangkit listrik), tempat kemah dan gedung pertemuan, penginapan (hotel dan bungalo), jelajah perairan, arena bermain anak, memancing, Water World, juga tempat makan dengan aneka menu ikan.

Tarif masuknya Rp 5.000 per orang pada hari biasa dan Rp 7.500 per orang pada akhir pekan dan hari libur. Fasilitas kapal pesiar dapat dinikmati dengan Rp 10.000-Rp 12.500 per orang per perjalanan, jet ski Rp 50.000, kereta monorel Rp 10.000, motor mini Rp 10.000, dan Water World Rp 27.500 per orang.

Menu ikan bakar, antara lain ikan mas, nila, patin, jambal, dan betutu, ditawarkan dengan harga Rp 25.000-Rp 300.000 per kilogram matang. Para pemilik rumah makan biasanya juga menawarkan menu pendamping, seperti sayur asam, sambal, lalapan, karedok, dan es kelapa muda.

Aneka jenis ikan itu berasal dari keramba setempat. Menurut beberapa pedagang, harga jual beragam menu di kawasan wisata Jatiluhur relatif lebih murah karena dekat dengan lokasi budidaya. Kepala Unit Kepariwisataan PJT II Heri Hermawan mengatakan, Grama Tirta juga memiliki restoran dengan menu bandeng cabut duri dan ikan pepes dalam bambu, tempat karaoke keluarga, dan area perkemahan. Selain itu, terdapat 170 kamar bungalo dan hotel dengan tarif Rp 200.000-Rp 800.000 per hari.

Fasilitas wisata semakin lengkap dengan adanya kerja sama dengan pihak ketiga, antara lain Pelopor Adventure Camp dan Outbound Indonesia yang menawarkan jasa kegiatan luar ruang, juga dengan penyedia jasa permainan, restoran, dan pedagang suvenir, terutama pada hari libur.

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook