Alpen Steel | Renewable Energy

~ Beban Puncak Sistem Listrik Sumatera Utara Terus Beranjak

Beban Puncak Sistem Sumut Melonjak
Penggunaan AC Diduga Menjadi Penyebab

 

Medan, Kompas - Beban puncak sistem listrik di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir naik tiba-tiba hingga 1.440 megawatt dari sebelumnya 1.350 megawatt. Diduga penyebab kenaikan ini karena banyak pelanggan umum menaikkan daya listriknya.

Diprediksi beban puncak sistem listrik Sumatera Utara terus beranjak dari 1.440 megawatt (MW) sehingga masuknya Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan I tak bisa menyelamatkan ancaman krisis listrik di wilayah ini dalam waktu dekat.

Menurut General Manager PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Utara, Aceh, dan Riau Bintatar Hutabarat, beban puncak sistem listrik Sumut saat ini dapat mencapai 1.440 MW.

”Mungkin karena masyarakat menaikkan beban tiba-tiba dan serentak karena cuaca sekarang ini kan sedang panas-panasnya sehingga mereka memasang AC pendingin ruangan,” ujar Bintatar di Medan, Selasa (25/5).

Bintatar bahkan memprediksi, beban puncak ini akan terus naik sehingga masuknya PLTA Asahan I yang berkapasitas 2 x 90 MW tak terlalu banyak memecahkan masalah krisis listrik di Sumut.

”Saya pikir masuknya PLTA Asahan I dalam waktu dekat pun tak banyak berarti karena daya mampu kami sudah sangat pas- pasan,” katanya.

Menurut salah seorang warga kota Medan, Donna Hutagalung, cuaca kota Medan dalam beberapa hari terakhir ini memang panas luar biasa. Donna mengakui menggunakan pendingin ruangan sepekan lalu untuk mengatasi persoalan cuaca panas ini. Dia mengatakan, pendingin ruangan ini dinyalakan terus sepanjang berada di rumah.

Pada saat beban puncak sistem listrik Sumut dapat mencapai 1.440 MW, kemampuan PLN justru tengah turun. Pemeliharaan sebagian pembangkit listrik, seperti PLTU Sicanang Belawan dan PLTU Labuhan Angin, membuat pemadaman bergilir terus terjadi hingga sekarang.

Menurut Bintatar, dengan belum pastinya operasi PLTA Asahan I, kondisi daya mampu PLN sekarang ini makin parah. Sebelumnya, commercial operation date PLTA Asahan I dijadwalkan 16 Mei lalu. Namun, belum adanya kesepahaman soal manajemen pengelolaan air di hulu Sungai Asahan antara PT Bajra Daya Sentra Nusa (BDSN) selaku pemilik PLTA Asahan I dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) membuat operasional PLTA Asahan I terlambat.

PLTA Asahan I beroperasi dengan menggunakan bendungan pengatur milik PT Inalum. Selain itu, lokasi dua PLTA milik Inalum, Siguragura dan Tangga atau yang dikenal dengan PLTA Asahan II, berada tepat di bawah PLTA Asahan I. ”Sehingga air yang dikeluarkan dari PLTA Asahan I langsung mengalir ke bendungan PLTA Asahan II. Ini mengakibatkan turbulance di bendungan PLTA Asahan II. Padahal, sedimentasi di bendungan PLTA Asahan II sangat tinggi. Inalum khawatir sedimentasi ini mengganggu turbin PLTA mereka,” kata Bintatar.

PLN, lanjut Bintatar, tak dapat memastikan kapan PLTA Asahan I dapat beroperasi. ”Kami, kan, hanya pembeli listrik PLTA Asahan I. Itu sepenuhnya urusan PT BDSN dan negosiasi mereka dengan Inalum,” katanya.

Sebenarnya, naiknya beban puncak pada sistem listrik Sumut teratasi jika PLTU Sumut telah beroperasi. PLTU Sumut yang berkapasitas 2 x 200 MW merupakan bagian dari program percepatan pembangkit listrik 10.000 MW. ”PLTU Sumut baru akan beroperasi pada akhir tahun 2011,” kata Bintatar. (BIL)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook