Alpen Steel | Renewable Energy

~ China Huadian Corporation Pengembang PLTA Asahan I

Konstruksi Asahan I Selesai
Semua Tes Sudah Dilakukan

 

Medan, Kompas - China Huadian Corporation selaku pengembang PLTA Asahan I yang berkapasitas 2 x 90 megawatt bakal menyelesaikan pekerjaan konstruksi pada 26 Juni. Namun, pembangkit swasta ini belum dapat beroperasi karena harus menyelesaikan audit lingkungan.

Kementerian Lingkungan Hidup secara resmi memerintahkan PT Bajra Daya Sentra Nusa (BDSN) selaku pemilik PLTA Asahan I melakukan audit lingkungan sebelum mereka menjual listriknya ke PLN.

Perintah audit lingkungan ini karena PT BDSN sebelumnya tidak memiliki dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) saat membangun PLTA Asahan I.

PT BDSN hanya mengantongi dokumen upaya pengelolaan lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL) sebagaimana disyaratkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Akan tetapi, belakangan setelah terbitnya UU Lingkungan Hidup yang baru, pembangkit listrik dengan kapasitas lebih dari 50 MW diwajibkan memiliki dokumen amdal.

Lingkungan

Manajer Proyek China Huadian Corporation untuk PLTA Asahan I Zhou Qingke di Medan, Rabu (23/6), mengatakan, secara resmi pekerjaan konstruksi sipil dan pembangkit listrik PLTA Asahan I selesai pada 26 Juni.

Zhou mengakui, meski pekerjaan konstruksi sipil dan pembangkit telah diselesaikan, commercial operation date (COD) PLTA Asahan I belum dapat dimulai karena persoalan lingkungan.

”Kewajiban kami dari China Huadian Corporation adalah membangun pembangkit ini dan sudah secara resmi kami selesaikan pekerjaannya pada 26 Juni nanti. Soal audit lingkungan yang harus dijalani PLTA Asahan I itu menjadi kewajiban mitra lokal kami, PT BDSN,” ujar Zhou.

Menurut Zhou, penyelesaian pekerjaan konstruksi sipil dan pembangkit listrik ini termasuk semua jenis tes penyaluran listrik dari PLTA Asahan I ke jaringan listrik milik PLN.

”Semua tes yang berhubungan dengan penyaluran listrik ke transmisi milik PLN juga telah kami selesaikan. Tidak ada lagi masalah kalau dari sisi kami,” katanya.

Masuk sistem

General Manager PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh, dan Riau Bintatar Hutabarat mengakui, secara fisik konstruksi PLTA Asahan I telah selesai.

”Bahkan, sejak dua hari lalu, listrik dari PLTA Asahan I sebesar 140 MW telah masuk ke sistem kami untuk pengujian. Tentu saja ini sangat membantu menyuplai kebutuhan listrik di Sumut,” ujarnya.

Namun, Bintatar mengakui, meski baru sebatas pengujian dan belum COD, PLN dipastikan membayar listrik tersebut ke BDSN.

”Kan sudah jalan berapa kilowatt hour yang masuk ke kami, tetapi urusan pembayaran biar menjadi wewenang PLN Pembangkitan,” katanya.

Tergantung

Bintatar masih belum dapat memastikan kapan COD PLTA Asahan I secara resmi. Hal ini masih terkait dengan keputusan lembaga lain.

”Sekarang situasinya sangat tergantung sikap Kementerian Lingkungan Hidup yang menginginkan adanya audit lingkungan. Kalau di tingkat provinsi dan kabupaten, sebenarnya dokumen UKL dan UPL mereka sudah beres,” ujar Bintatar. (BIL)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook