Alpen Steel | Renewable Energy

~ PT PLN Proyek Induk Pembangkit Dan Jaringan Sumut, Aceh, Dan Riau Bintatar Hutabarat, Di Medan

Terlambat Beroperasi

PLTA Asahan I Belum Tuntaskan Masalah Pengelolaan Air

Medan, Kompas - Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan I, Sumatera Utara, terlambat beroperasi. Sedianya, pembangkit listrik swasta itu sudah masuk ke sistem jaringan listrik PT PLN sejak akhir April lalu. Masalah pengelolaan air PLTA Asahan I dengan PT Indonesia Asahan Aluminium yang belum selesai menjadi penyebab keterlambatan itu.

PLTA Asahan I beroperasi dengan sumber air dari bendungan milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). PLTA Asahan I dioperasikan PT Bajra Daya Sentra Nusa bekerja sama dengan perusahaan asal China, China Huadian Corporation.

Inalum mengoperasikan dua PLTA, yakni Siguragura dan Tangga. Kedua PLTA itu juga lazim disebut PLTA Asahan II karena letaknya di bawah PLTA Asahan I jika dilihat dari hulu Sungai Asahan.

Menurut General Manager PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh, dan Riau Bintatar Hutabarat, di Medan, Jumat (7/5), seharusnya pembangkit itu beroperasi masuk ke sistem listrik Sumut pada 16 Mei. Namun, sebelumnya, menurut dia, PLTA Asahan I menjanjikan mampu beroperasi pada akhir April.

Keterlambatan operasi PLTA Asahan I, lanjut Bintatar, membuat PLN di Sumut tak memiliki cadangan pembangkit yang memadai. ”Padahal, PLN saat ini sudah menyiapkan gardu induk untuk mengalirkan listrik PLTA Asahan I,” ujarnya.

PLTA Asahan I berkapasitas 2 x 90 megawatt (MW). Sementara beban puncak di Sumut 1.350 MW hingga 14.00 MW.

Anggota DPRD Sumut, Parlindungan Purba, menyatakan, dalam waktu dekat, PLN, PLTA Asahan I, dan PT Inalum diundang untuk membicarakan pengelolaan air itu.

Deputi Manajer Bidang Hukum dan Komunikasi PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Marodjahan Batubara menambahkan, beberapa hari lalu PLN melakukan pemeliharaan tiga pembangkit listrik tenaga uap di Sicanang, Belawan. Pemeliharaan itu untuk mengantisipasi kebutuhan listrik menjelang pemilu kepala daerah di 22 kabupaten/kota di Sumut dan pergelaran Piala Dunia.

Bagi hasil

Sementara itu, keinginan warga Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan bagian dari eksplorasi gas yang dilakukan PT Energy Equity Epic Sengkang (EEES) sejak 1997 disepakati Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Hal itu tertuang dalam pertemuan sejumlah pihak di Jakarta, Kamis (6/5) malam.

Menurut Wakil Ketua DPRD Wajo Junaidi Muhammad, yang hadir dalam pertemuan itu, dana bagi hasil disepakati setelah BP Migas bersedia mengubah harga jual gas dari PT EEES ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Sengkang. (BIL/RIZ)

Sumber : Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook