Alpen Steel | Renewable Energy

~ Gelombang Pasang Terjang Dua Desa: Paga dan Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

BENCANA ALAM

Gelombang Pasang Hantam 139 Rumah di Sikka

Sikka, Kompas - Gelombang pasang menghantam 139 rumah warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, sejak Sabtu (30/1) hingga Selasa dini hari. Akibatnya, sebanyak 24 rumah rusak berat dan 742 warga dari 140 keluarga harus mengungsi. Gelombang pasang tersebut menerjang dua desa, yakni Paga dan Mbengu, Kecamatan Paga.

”Kami kaget sekali. Kami kira tsunami. Pada hari pertama (Sabtu malam) rumah-rumah sampai tergenang air laut hingga selutut orang dewasa,” kata warga Desa Paga, Yus Sabinus Bata (50).

Peristiwa itu menimbulkan kepanikan warga sehingga mereka ke luar rumah mencari tempat aman, termasuk ke jalan raya. Posisi jalan sekitar 500 meter dari bibir pantai.

Kerusakan parah terjadi di Desa Paga. Rumah di desa itu ada yang roboh dan dinding retak atau pecah. Sementara itu, sebanyak 25 rumah di Desa Mbengu hanya kemasukan air laut.

Ketinggian gelombang pada Sabtu malam sekitar 2-3 meter. Gelombang tertinggi terjadi pada hari Minggu malam yang mencapai 4-5 meter. Hari berikutnya makin menurun.

Saat gelombang menerjang, air laut menggenangi rumah warga yang jaraknya rata-rata 50 meter dari pantai.

Bencana itu juga mengakibatkan abrasi pantai sepanjang 1,5 kilometer. Jalan negara sepanjang 300 meter di Mbengu juga terancam rusak. Beberapa gedung sekolah juga rusak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sikka Simeon mengatakan, warga yang rumahnya dihantam gelombang pasang diungsikan sementara ke Kantor Desa Paga dan Kantor Kecamatan Paga.

Camat Paga Xaverius Mbewo menjelaskan, berdasarkan pengalaman dari tahun lalu, gelombang pasang biasanya berlangsung setiap malam selama tujuh hari. ”Warga paling tidak diungsikan seminggu,” katanya.

Wakil Bupati Sikka Wera Damianus ketika meninjau pengungsi di Kantor Desa Paga mengatakan, warga yang rumahnya di sekitar bibir pantai akan direlokasi.

”Namun, warga yang akan dipindah harus memiliki tempat atau tanah yang pasti. Pemerintah daerah akan membantu material nonlokal untuk pembangunan rumah warga di lokasi yang baru,” kata Wera.

Di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, angin kencang disertai hujan yang menerpa kawasan waduk Rawa Pening menyebabkan eceng gondok memenuhi kanal menuju Sungai Tuntang yang berhulu di waduk tersebut, Selasa. Akibatnya, lalu lintas perahu di sekitar waduk dan pasokan air ke Pembangkit Listrik Tenaga Air Jelok terhambat. (GAL/SEM)

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook