Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemadaman Listrik ,PLN Masih Beralasan

aktif
       
 
//

 Penerapan Manajemen Terpadu

Pertamanya PLN masih beralasan bahwa pemadaman listrik tersebut disebabkan karena adanya perbaikan gardu atau jaringan di suatu lokasi tertentu. Namun pada kondisi sekarang, sesungguhnya yang terjadi adalah turbin sebagai pembangkit tenaga listrik tersebut tidak dapat beroperasi secara maksimal, karena ketersediaan air di waduk yang digunakan sebagai penggerak turbin tersebut sudah berada pada titik kritis.

Inilah suatu kelemahan sumber daya air bila dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Sehingga ada pakar yang berpendapat bahwa hydropower bukanlah suatu sumber energi listrik yang dapat diandalkan, karena ketersediaannya sangat tergantung kepada kondisi iklim dan cuaca. Pada tulisan ini penulis mengemukakan prinsip-prinsip manajemen sumber daya air secara umum, dengan mengambil waduk PLTA Koto Panjang sebagai contoh kasus yang akan diatasi.

Bila musim kemarau datang, kasus ketersediaan air sebagai hydropower di waduk PLTA Koto Panjang mungkin tidak jauh berbeda dengan waduk-waduk PLTA lainnya yang sejenis dengan itu. Oleh karena itu, untuk menjaga agar ketersediaan air di waduk PLTA Koto Panjang tidak sampai mencapai titik kritis, disarankan agar PLN bersama-sama dengan pihak terkait lainnya dapat menerapkan sistem pengelolaan sumber daya air secara terpadu di kawasan waduk PLTA Koto Panjang.

Lingkup pengelolaan sumber daya air yang dimaksud mencakup beberapa aspek, yaitu aspek konservasi sumber daya air dan aspek pendayagunaan sumber daya air. Ditinjau dari aspek konservasi sumber daya air, ada beberapa hal yang mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh PLN untuk dilaksanakan, yaitu: Pertama, membangun lagi beberapa dam atau cekdam (Cascade Dam) di bagian hulu waduk PLTA Koto Panjang, di mana dam/cekdam tersebut dapat berfungsi sebagai waduk penyimpan air dari kelebihan debit pengaliran pada musim hujan dan juga dimungkinkan sebagai PLTA mini, yang dapat memberikan tambahan suplai energi kepada induknya.

Pola ini sudah diterapkan di daerah aliran sungai (DAS) Citarum Jawa Barat, di mana terdapat tiga bendungan di satu DAS, yaitu bendungan Jatiluhur, Cirata dan Seguling. Penentuan lokasi dam/cekdam di hulu waduk PLTA Koto Panjang ini masih memerlukan studi atau kajian yang mendalam, hanya saja sekadar informasi awal dapat di lihat hasil studi Direktorat Jenderal Pengairan bekerja sama dengan JICA tahun 1995, yang dalam buku laporannya (Kampar-Indragiri River Basin Development Project), dijelaskan bahwa di bagian hulu bendung Koto Panjang tersebut masih dimungkinkan dibangun dua bendung lagi, yaitu Dam Mahat dan Dam Kapur di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kedua, melakukan kerjasama dengan instansi terkait serta masyarakat tempatan untuk menjaga kelestarian sumber daya air, melalui gerakan penghijauan hutan atau menanam kembali hutan-hutan yang telah rusak. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh oleh PLN apabila aspek konservasi ini diperhatikan secara seksama, yaitu: ketersediaan air di waduk tidak terlalu berfluktuasi antara musim kemarau dengan musim penghujan,

 sehingga operasional turbin tidak terlalu terganggu. Kemudian, dapat memperpanjang umur pakai pembangkit, karena ber-kurangnya sedimentasi di dalam waduk. Selanjutnya, kualitas air akan semakin baik, sehingga biaya pemeliharaan turbin akan berkurang.

Kemudian ditinjau dari aspek pendayagunaan sumber daya air. Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan dan dipertimbangkan, yaitu: Pertama, pengisian air pada sumber air, yaitu dengan melakukan recycling of used water, di mana air yang telah digunakan untuk memutar turbin, dimasukan kembali ke dalam waduk, pada jumlah dan kapasitas tertentu, dengan ketentuan tidak sampai mengganggu kepada keperluan aliran minimum di bagian hilir. Proses recycling sumber daya air seperti ini sudah pernah dilakukan di salah satu tempat dekat Tokyo di Jepang.

Kedua, rekayasa sumber daya air, yaitu dengan membuat hujan buatan lebih dini, di mana pembuatannya dilakukan sebelum musim kemarau datang, bukan dilakukan setelah masuk musim kemarau.

Hal ini perlu, mengingat bibit hujan lebih banyak tersedia sebelum musim kemarau datang dan sangat sedikit (bahkan tidak ada) bila sudah masuk musim kemarau.

Menurut UU No 7/2007, tentang Sumber Daya Air, PLN sebagai pengguna atau penerima manfaat sumber daya air, seharusnya ikut bertanggung jawab dalam menjaga eksistensi dan kelestarian sumber daya air itu sendiri, tidak hanya mengeksploitasi nya saja. Dalam implementasinya PLN dapat melakukan kerjasama atau koordinasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait, seperti dengan Dewan Sumber Daya Air dalam hal penentuan kebijakan pengelolaan sumber daya air di suatu Satuan Wilayah Sungai, Departemen PU dalam hal pembangunan bendungan (dam dan cekdam), Departemen Kehutanan dalam hal reboisasi dan permasalahan kehutanan lainnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam hal prediksi iklim dan cuaca, serta instansi lainnya yang punya kaitan dengan permasalahan sumber daya air, terutama dalam hal melakukan modifikasi cuaca waktu pembuatan hujan buatan.

Saran-saran dalam tulisan ini memang hanya merupakan prinsip-prinsip dasar dalam sistem pengelolaan sumber daya air secara terpadu, akan tetapi kalau prinsip-prinsip manajemen sumber daya air seperti diuraikan di atas diimplementasikan secara seksama, insya Allah fungsional waduk Koto Panjang sebagai pembangkit tenaga listrik di daerah ini akan lebih maksimal dibanding kondisi sekarang yang hanya dapat menghasilkan energi 25 MW dari 114 MW yang direncanakan. Masalahnya sekarang, apakah semua instansi terkait tersebut punya kemauan untuk menerapkan sistem pengelolaan sumber daya air secara terpadu tersebut secara konkrit, kita tunggu saja aksi mereka. Harapan kita tentu tak lain agar listrik terang terus dan terus terang.***

Ir Januaris, MT,
Kabid Litbang Penataan Ruang dan Pembangunan Daerah, Balitbang Provinsi Riau.

 

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook