Alpen Steel | Renewable Energy

~ Potensi Tenaga Pasang Surut Sebagai Alternatif

POTENSI TENAGA PASANG SURUT SEBAGAI ALTERNATIF PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN MODEL WADUK PEN 
Kandungan pasir jenis silika dan kwarsa di waduk Bakaru, disinyalir menjadi penyebab utama kerusakan turbin PLTA Bakaru. Saat ini PLTA Bakaru sementara menjalani perbaikan.

Tingginya kandungan pasir jenis silika dan kwarsa di waduk penampung air PLTA Bakaru, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) dianggap sebagai penyebab rusaknya turbin pembangkit daya unit I di PLTA tersebut.

Manejer PT PLN Persero Sektor Bakaru, Joko Sularno mengatakan di Parepare, Sulsel, Kamis (19/2), seperti diberitakan Kantor Berita Antara menyebutkan,  pihaknya terpaksa melakukan perbaikan karena pasir itu menyebabkan kerusakan di beberapa bagian turbin penghasil daya 63 Mega Watt (MW) itu.
   
"Perbaikan ini meyebabkan pemadaman bergilir di Sulsel selama 60 hari hingga April mendatang," katanya.
   
Ia menjelaskan, akibat air berkandungan pasir itu, sejumlah elemen turbin, antara lain "runner" (kincir air), "guide fan" (pengatur jumlah air yang masuk ke turbin) dan "wearing ring" (baja pelindung runner) mengalami abrasi atau pengikisan.
   
Dijelaskannnya, selama masa perbaikan PLTA Bakaru, PLN akan melakukan dua upaya penting agar ketersediaan listrik tetap terpenuhi, yakni penggantian suku cadang turbin dan pengerukan waduk.
   
Untuk pengadaan suku cadang sendiri, PLN telah menganggarkan dana sekitar Rp10 miliar belum termasuk biaya jasa teknis.
   
"Peralatan sudah diidatangkan sejak 2007, karena proses pemeliharaan sebenarnya dijadwalkan Oktober tahun itu. Namun karena beberapa pertimbangan, perbaikan itu akhirnya ditunda sehingga baru dilaksanakan sekarang," katanya.
   
Lebih lanjut Joko Sularno mengatakan, sedimentasi di waduk penampungan PLTA Bakaru dalam kondisi mengkhawatirkan.
   
Menurut hasil penelitian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada tahun 1991, laju sedimen atau bertambahnya ketebalan lumpur hanya 133 ribu meter kubik per tahun.
   
Namun semenjak 2005, laju sedimen meningkat menjadi rata-rata 700 ribu meter kubik pertahun, sehingga saat ini volume lumpur di waduk mencapai 6,9 juta meter kubik.
   
Ketebalan lumpur itu menyebabkan berkurangnya ketinggian volume air dari 3,5 meter menjadi hanya sekitar 1-1,5 meter saat ini.
   
Untuk itu, katanya, PLN terpaksa melakukan pengerukan lumpur sejumlah 1.500 meter kubik per hari sehingga diharapkan pada saat proses pemeliharaan selesai di bulan April, 45 ribu meter kubik lumpur dapat diangkat.
   
Jono menjelaskan, meningkatnya volume lumpur tersebut akibat berubahnya pola pengelolaan lahan di daerah tangkapan hujan PLTA Bakaru.
   
Daerah tangkapan hujan tersebut, antara lain meliputi Kota Mamasa di Propinsi Sulawesi Barat serta Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Pinrang di Sulsel.
   
"Pemekaran wilayah kota Polewali Mamasa juga menyebabkan perubahan lingkungan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perusakan lingkungan agar pasokan air kita tetap lancar," katanya.(rex)

Laporan: Muhammad Irham.PINRANG, TRIBUN

pltabakaru.page.tlBENDUNGAN BAKARU

Februari 2009

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook