~ Pintu Air Waduk Kedung Ombo Ditutup Sementara dalamSebulan

 

Pintu Air Waduk Kedung Ombo Ditutup Sebulan

 Pintu air Waduk Kedung Ombo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akan ditutup selama sebulan pada 1-31 Agustus. Selama penutupan, petani di sepanjang aliran irigasi Waduk Kedung Ombo dapat memanfaatkan air dari tiga bendung yang menjadi bagian aliran waduk tersebut.

”Bendung Sidorejo, Sedadi, dan Klambu tetap melayani kebutuhan untuk irigasi. Saat ini kondisi tiga bendung bagus dengan debit air masih 80 persen dari kondisi normal,” kata Bambang Harijanto, Koordinator Pembagi Pintu Air Waduk Kedung Ombo, di Grobogan, Selasa (15/7).

Ia mengatakan, berdasarkan laporan Federasi Petani Daerah Irigasi Waduk Kedung Ombo, masih ada sekitar 2.000 hektar sawah yang membutuhkan air. Sawah-sawah itu tersebar di Kabupaten Demak, Grobogan, Kudus, dan Pati.

Menurut Bambang, penutupan pintu air Waduk Kedung Ombo juga memengaruhi kegiatan produksi listrik PLTA Kedung Ombo. Selama sebulan, PLTA Kedung Ombo tak dapat memasok listrik 1 x 22,5 MW karena air penggerak turbin tidak lagi mengalir.

Masih aman

Sementara itu, volume air di Waduk Sermo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih dikategorikan aman setidaknya hingga dua bulan ke depan. Antisipasi kehilangan volume air pun telah dilakukan dengan menutup saluran air irigasi sejak awal bulan ini.

Berdasarkan pengamatan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Waduk Sermo, mulai 15 Juli ketinggian muka air waduk sekitar 133,47 meter di atas permukaan laut (dpl). Adapun volume air yang terkandung di dalam waduk diperkirakan 13,79 juta meter kubik.

Menurut Kepala Seksi Operasi Pengolahan Data BPSDA Waduk Sermo, Subagiya, Selasa, kondisi waduk baru dikategorikan kritis jika berada di bawah batas operasional, yakni pada ketinggian 113,70 meter dpl. Dengan asumsi penurunan muka air waduk rata-rata 1 meter per minggu, batas kritis ini diperkirakan tidak akan tersentuh hingga awal musim hujan November.

Pada musim kemarau ini, sedikitnya 1.200 hektar sawah di Kabupaten Kebumen, Jateng, juga kekeringan hingga puso (gagal panen). Sekitar 809 hektar sawah yang puso merupakan sawah irigasi teknis di Kecamatan Puring karena tidak terjangkau irigasi Waduk Sempor.

Menurut Kepala Seksi Perencanaan Pertanian dan Monitoring Data Dinas Pertanian Kebumen, Triharnani, kekeringan pada musim kemarau di Puring terjadi setiap tahun. Pasokan air dari Waduk Sempor tak pernah sampai ke kecamatan itu.

Sehubungan dengan pemenuhan air bersih di Kabupaten Gunung Kidul, DIY, tidak adanya bahan baku air yang cukup menjadi kendala utama bagi perluasan jaringan perusahaan daerah air minum (PDAM) setempat. Saat ini, PDAM menyuplai hingga 75 persen kebutuhan air warga kabupaten itu. Hal itu dikatakan Direktur Utama PDAM Gunung Kidul Tjiptomuljono, Selasa.(WKM/YOP/HEN/MDN)

Sumber: Kompas.

Grobogan, Kompas

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum