Alpen Steel | Renewable Energy

~ Ancaman Padam Listrik Jawa-Bali

Listrik Jawa-Bali Terancam Padam

Akibat pencemaran larutan nitrogen dan fosfat pada air Bendungan Ir Sutami, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengancam alat pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karangkates yang berada di sisi tanggul Bendungan Sutami. Jika alat pendingin rusak, maka otomatis PLTA Karangkates sebagai penyangga pasokan listrik interkoneksi Jawa-Bali akan padam.

[MALANG] Matinya ikan-ikan di Bendungan Ir Sutami di Karangkates, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), dalam dua hari terakhir dipastikan akibat tercemar buangan limbah pabrik ke badan Sungai Brantas. Buangan limbah dari sejumlah pabrik di wilayah Kecamatan Sumberpucung, diduga mengandung larutan nitrogen dan fosfat dalam kadar yang sangat tinggi.

"Larutan nitrogen dan fosfat yang dibuang ke badan sungai terbesar dan terpanjang di Jatim itu pada gilirannya dapat merusak sistem pendingin (cooling system) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karangkates," kata Kepala Unit Pembangkit Listrik Karangkates, Malang, Suparno kepada wartawan, di Malang, Jumat (28/9).

Dikatakan, jika temperatur sistem pendingin ini naik hingga di atas ambang batas maksimum, dipastikan akan mengakibatkan PLTA Karangkates ini padam. Jika listrik di sini sampai padam, otomatis aliran listrik interkoneksi penyangga Jawa-Bali akan mengalami pemadaman.

Karenanya, upaya pencegahan pencemaran air bendungan (waduk) harus diupayakan terus-menerus agar tidak sampai mempercepat kerusakan sistem pendingin PLTA Karangkates yang dapat berdampak merugikan banyak pihak, utamanya kalangan pengusaha industri itu sendiri khususnya dan masyarakat Jawa-Bali pada umumnya.

Sebagaimana terjadi, belasan ribu ikan yang ada di Bendungan Sutami, dalam dua tiga hari terakhir diketemukan mati mendadak dan bangkainya mengambang ke permukaan air, Kamis (27/9).

Dari hasil langkah cepat Perum Jasa Tirta I Malang selaku pengelola Sungai Brantas, diperoleh petunjuk dari hasil laboratorium, kondisi air waduk yang dewasa ini elevasinya turun hampir satu meter dari posisi normal 267,53 meter di atas permukaan air laut (m.dpl), selain kekurangan oksigen juga mengandung nitrogen dan fosfat.

"Fenomena ini terjadi setiap musim kemarau panjang, karena kekurangan pasokan air," ujar Sekretaris Perum Jasa Tirta I Malang, Haryanto yang dikonfirmasi terpisah, sehubungan matinya ikan-ikan di Bendungan Sutami secara massal.

 

Hasil Survei

Warna air bendungan pun yang biasanya membiru, kini berubah cokelat keruh akibat tanaman ganggang yang biasanya menjadi penyaring limbah dan penghasil oksigen, mati dan membusuk.

"Jadi, bau busuk di bendungan itu selain berasal dari tanaman ganggang yang mati, juga ditambah ikan-ikan yang mati," ujarnya.

Dari hasil survei Perum Jasa Tirta I Malang, sekitar 60 persen dari belasan pabrik yang ada di hulu Sungai Brantas membuang air limbahnya langsung ke badan sungai yang menjadi pemasok utama volume air Bendungan Sutami.

Terkait penyelamatan kualitas air bendungan dan sekaligus mengamankan PLTA dari kerusakan fatal, kini sedang dirancang gelontoran air bersih dari hujan buatan. "Satu dua minggu ini mesti ada hujan, agar dapat menurunkan tingkat pencemaran air bendungan," katanya.

Jika akhir bulan September ini, program hujan buatan masih belum dapat direalisasikan karena harus berkoordinasi dengan kesiapan pesawat di Lanud Abdulrahman Saleh, Singosari, Malang, maka paling tidak awal Oktober sudah dapat diwujudkan.

Jika terlalu lama menunda realisasi hujan buatan, ancaman kerusakan pada alat pendingin PLTA bisa jadi kenyataan. "Ini yang

SP/ARIES SUDIONO
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook