~ PLTA Terancam Defisit Aliran Listrik


Waduk Mengering, 2 PLTA Terancam Defisit Aliran Listrik

Krisis listrik yang terjadi di Jawa Timur kemungkinan akan berlangsung dalam waktu cukup lama.

Pasalnya 2 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di eks Karesidenan Kediri terancam tidak dapat memproduksi listrik secara normal.4 waduk yang menjadi penopang operasional terus mengalami penyusutan debit air.

Data dihimpun menyebutkan, 4 waduk yang saat ini terus mengalami penyusutan debit air adalah Bendungan Wlingi dan Bendungan Lodoyo di Kabupaten Blitar, yang menjadi
penopang operasional PLTA Lodoyo.

Serta Bendungan Wonorejo dan Niyama di Tulungagung yang menjadi penyangga kebutuhan air pada operasional PLTA Wonorejo. Hingga pertengahan November 2009 , debit air di 4 waduk tersebut terus menyusut hingga tinggal 50 %.

Waduk Mengering, 2 PLTA Terancam Defisit Aliran Listrik

"Kalau untuk penyebab jelas karena kemarau, karena memang waduk yang berupa bendungan itu mendapatkan suplai air dari sungai-sungai kecil di sekitarnya. Kami sendiri menganggapnya sudah sangat parah," kata Asisten Manajer Area Pelayanan Jaringan (APJ) PLN Kediri Ustriadi, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (15/11/2009).

Dicontohkan Ustriadi, Bendungan Wlingi  yang berfungsi membangkitkan PLTA Lodoyo dengan daya yang dihasilkan sebesar sebesar 27 megawatt (MW), saat ini hanya bisa
memproduksi separonya.

Demikian pula Bendungan Lodoyo yang mengalami kondisi serupa, dari kemampuan semestinya dapat memproduksi listrik sebesar 1x2,7 MW. "Rata-rata memang mengalami penurunan sampai 50 % dari kondisi semestinya. Ini karena jam berputarnya turbin menjadi sangat pendek," ungkapnya.

Sementara Bendungan Wonorejo juga tak jauh berbeda. Pasokan air dari Kali Bodeng dan Wlingi ke bendungan dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami penyusutan.

Bahkan lebih parah dari 2 waduk yang ada di Kabupaten Blitar. Akibatnya, mesin pembangkit listrik minihydro berkapasitas 2 x 118 kilowatt (KW)  yang terpasang hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik di lokasi bendungan itu sendiri.

Dampak dari terjadinya penurunan produksi listri di 2 PLTA tersebut, secara langsung berimbas pada pasokan listrik ke gardu induk di Waru, Sidoarjo.

Hal ini yang menjadikan pasokan listrik di Jawa Timur, serta secara luas di Jawa-Bali menjadi terganggu, yang tak jarang berujung dilakukannya pemadaman bergiliran.

"Di Jawa-Bali pasokan listrilkan memang disambungkan secara interkoneksi,jadi kalau bermasalah di induknya, ya semua gardu pembantu akan terganggu," pungkasnya. (wln/wln)

Kediri

Samsul Hadi - detikSurabaya


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum