KEDIRI - Sejumah waduk pembangkit listrik tenaga air di Karsidenan Kediri mengering. Akibatnya jumlah pasokan listrik ke gardu induk PLN di Waru, Sidoarjo menurun.

Menurut keterangan Asisten Manajer Area Pelayanan Jaringan Perusahaan Listrik Negara Kediri, Ustriadi, kekeringan mengakibatkan penurunan kapasitas hingga 50 persen di empat waduk di wilayah Blitar dan Tulungagung. Kondisi itu memperparah krisis listrik yang tengah terjadi di Jawa-Bali.

"Ini karena musim kemarau yang panjang," ujarnya kepada wartawan.

Empat waduk di Kabupaten Blitar dan Tulungagung adalah bendungan Wlingi di Kecamatan Sutojayan, bendungan Lodoyo di Kecamatan Lodoyo, bendungan Wonorejo di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, dan bendungan Niyama.

Bendungan Wlingi yang sebelumnya mampu membangkitkan PLTA hingga 27 mW untuk energi sebesar 164.980 juta kWh per tahun, sekarang sudah tidak maksimal. Begitu juga dengan bendungan Lodoyo yang sebelumnya memiliki kapasitas daya 1x2,7 MW telah mengalami penuruan daya. "Hal itu mengakibatkan perputaran turbin menjadi pendek," paparnya.

Hal serupa juga terjadi di Bendungan Wonorejo. Sejak berkurangnya debit air beberapa bulan terakhir, mesin pembangkit listrik minihidro berkapasitas 2x118 kW hanya mampu memenuhi kebutuhan di lokasi bendungan sendiri.

"Perlu diketahui, seluruh pasokan listrik ini terkumpul di Gardu Induk Waru sebelum didistribusikan ke sejumlah daerah di Jawa Tmur. Kelemahan sistem interkoneksi ini memperngaruhi pasokan di satu daerah, dan dirasakan seluruh pelanggan di Jawa-Bali," pungkasnya.

By anton