Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 62

Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 95
~ Waduk Mini Atasi Masalah Air

Alpen Steel | Renewable Energy


Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

~ Waduk Mini Atasi Masalah Air

Waduk Mini sebagai Penyelamat Ladang Petani

Air merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pertanian. Tanpa air, jangan berharap tanaman dapat tumbuh, apalagi panen. Problematika air pada musim kemarau di Indonesia, khususnya Jawa Tengah, hingga kini belum juga terselesaikan. Masalah air ini sebenarnya dapat diatasi, kalau sudah tahu caranya. Salah satu jawabannya adalah membangun waduk mini.

PERTANIAN menurut tingkat ketersediaan air terbagi menjadi dua. Pertama, pertanian persawahan dengan irigasi cukup. Kedua, pertanian ladang lahan kering yang hanya mengandalkan hujan.

Pertanian sawah pernah diurus pemerintah dengan baik pada rentang tahun 1970-1980-an, dengan membangun sarana-prasarana irigasi pertanian, termasuk waduk-waduk berskala besar, berikut saluran air mulai dari saluran primer hingga tersier.

Didukung pula dengan pemenuhan tenaga penyuluh pertanian dalam jumlah dan kompetensi yang cukup, membangun balai benih dan pabrik pupuk yang kredibel, Kredit Usaha Tani (KUT) yang nggenah, program Intensifikasi Pertanian, Panca Usaha Tani, dan pembinaan kelompok tani yang tepat.

Hal itu membuat pertanian Indonesia pada era tersebut meraih masa keemasan, dengan berhasil melakukan swasembada pangan. Kemudian korupsi mulai merajarela di akhir 1980-an (hingga kini), merampas hak-hak petani untuk memeroleh air.

Waduk-waduk raksasa seperti Jatiluhur, Mrica, Sempor, Karangkates, Kedungombo beserta infrastruktur yang dibangun susah payah itu kini tak lagi terpelihara dengan baik. Sedimentasi akut telah mendangkalkan, sekaligus mengurangi daya tampung air waduk-waduk besar itu.

Menurut pakar hidrologi, Djoko Sasongko, ada empat penyebab kerusakan waduk dan saluran irigasi penunjangnya. Pertama, erosi akibat mengalirnya air (run-off) melalui lubang-lubang/pondasi (piping). Kedua, akibat retakan (cracking). Yang ketiga, akibat longsoran (slide), Keempat, peluapan (overtopping) air waduk melalui puncak bendungan/saluran.

Daya tampung air waduk di musim hujan makin berkurang, sehingga mengakibatkan banjir, serta pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk air minum, industri, maupun air untuk irigasi menjadi tidak memadai lagi.

Dirjen Sumber Daya Air Depkimpraswil, Basoeki Hadimoeljono, mengakui 30 dari ratusan bendungan besar kini mengalami kerusakan cukup parah. Selain sudah tua, ada masalah klasik berupa kurangnya biaya operasi dan pemeliharaan waduk.

Membangun waduk besar bukan persoalan mudah. Selain membutuhkan dana triliunan rupiah, juga sarat masalah sosio-ekologi. Tapi masalah air sangat mendesak bagi petani lahan kering. Sebuah hasil survei yang kredibel menyatakan, petani lahan kering / ladang rata-rata hanya mendapatkan penghasilan kurang dari Rp 200 ribu/bulan.
Waduk Mini Melihat kenyataan itu, dua sahabat sekaligus pengurus Yayasan Obor Tani, Ir Budi Dharmawan dan Ir Gatot Adjisoetopo (ketua HKTI Jateng 2005-2008) bertukar pikiran mengkonsep solusi bagaimana memberikan air irigasi untuk petani.

Akhirnya diperoleh hipotesis, apabila curah hujan di suatu daerah sebesar 3.000 mm/tahun, maka jika di sana digali lubang kedap air berukuran 1 x 1 m2 dan kedalaman 3 meter, lubang tersebut pasti terisi penuh air di musim hujan. Setelah dilakukan pengecekan data di sejumlah daerah di Jawa Tengah, ternyata curah hujan rata-rata 3.500 mm/tahun.

Untuk menguji hipotesis itu, Budi Dharmawan sebagai praktisi perkebunan buah melakukan ujicoba membuat waduk mini berukuran seluas lapangan sepak bola di kebunnya. Itu terjadi pada 21 Agustus 2007. 

Lokasinya dipilih di puncak bukit, agar air bisa dialirkan secara gravitasi untuk menyirami tanaman buah, tanpa bantuan listrik atau BBM. Sebuah bukit dikepras dengan alat berat. Tak sampai sebulan, waduk impian berbentuk trapesium (seperti tribun stadion sepak bola) itu pun terbentuk.

Bagaimana agar air waduk tak meresap ke dalam tanah? Dipilihlah bahan Geomembran High Density Polyethylene (HDPE). Geomembran dengan garansi pemakaian selama 20 tahun —produksi GSE Lining Technology (AS)— biasa digunakan untuk melapisi tambak udang/bandeng dan danau buatan lapangan golf.

Hipotesis itu ternyata benar. Waduk mini terisi penuh air pada April 2008, dan mampu menyirami 4.000 pohon lebih pada lahan 20 ha tanaman buah selama enam bulan di musim kemarau (Mei-Oktober). Bahkan di awal musim hujan (Oktober) masih tersisa ketinggian air sekitar 45 cm.
Keunggulan Waduk mini mempunyai beberapa keunggulan. Pertama, biaya pembuatannya rendah (lihat tabel). Kedua, perawatannya mudah dan murah. Sebab sedimentasi gampang dikuras, dan kerusakan mudah dilas.

Ketiga, manajemen pengelolaannya efisien. Sebab berada di atas waduk air yang ditampung relatif bersih terhindar dari erosi tanah yang masuk ke dalam waduk, serta bisa untuk pembesaran ikan sistem karamba.

Keempat, kebutuhan lahan sangat efisien. Luas lahan yang digunakan untuk waduk maksimal 8.000 m2 (sudah termasuk bibir waduk, jalan inspeksi, dan kaki waduk), dan mempunyai kapasitas mengairi 20 ha tanaman buah. Artinya, kebutuhan lahan untuk waduk mini kurang dari 4 persen dibandingkan luas lahan yang harus disiram.

Waduk seharga Rp 360 juta itu bisa menghidupi minimal 100 kepala keluarga (KK). Asumsinya, luas lahan rata-rata 2.000 m2, dan setiap KK terdiri atas empat orang.

Sepanjang tahun, 100 KK itu dapat menanam apa saja di atas lahan yang dulu kering kerontang. Termasuk buah-buahan unggul yang ada di supermarket, seperti durian monthong, lengkeng itoh, jambu air citra, atau srikaya grand anona.

Saat ini sudah dibangun empat waduk mini di atas bukit di Jawa Tengah, yaitu dua unit di Kecamatan Bawen (Kabupaten Semarang), satu unit di Kecamatan Patean (Kendal),  dan unit terbaru di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Program SPT Unit terbaru ini merupakan grant Yayasan Obor Tani untuk petani setempat. Waduk mini diberikan dalam kerangka grant program Sentra Pemberdayaan Tani (SPT) bertajuk ’’Satu Desa Satu Miliar’’.

SPT merupakan paket pemberdayaan petani berupa hibah waduk mini serta 20 ha kebun unggul untuk petani desa, sekaligus diklat pertanian selama tiga  tahun.

Bentuk hibah program ini adalah pembangunan waduk mini berdaya tampung 8.000-10.000 m3 dan 20 ha kebun buah di desa terpilih. Tahun lalu, Desa Genting terpilih sebagai penerima SPT, berdasarkan hasil seleksi dari desa-desa di wilayah Kabupaten Semarang.

Para petani peserta menyerahkan 2.000 m2 lahannya kepada Obor Tani untuk dikelola dan ditanami buah bermutu tinggi (lengkeng itoh) selama tiga tahun. Setelah itu, ketika sudah menjadi kebun buah siap panen, diserahkan kembali kepada petani.

Di Desa Genting, program SPT diikuti 126 KK petani, dengan luas lahan 20,82 ha. Selama tiga tahun pula, SPT itu berfungsi sebagai pusat berbagai diklat pertanian untuk petani, pusat penyediaan sarana produksi, serta pusat penelitian dan informasi bagi petani.

Dana pembangunan SPT dihimpun Obor Tani dari corporate social responbility (CSR) sejumlah perusahaan dan pengusaha di Indonesia. Antara lain Marimas (Harjanto Halim), Nutrifood (Hari Budianto), Aqua (Lisa Tirto Utomo), Karoseri Laksana (Iwan Arman), PT Cengkeh Zanzibar (Budi Dharmawan), NRC (Riyanto Rizal), Hendro Siswoyo, dan Harsono Enggal Hardjo.

Tahun ini, puluhan desa di Jawa Tengah akan diseleksi untuk menerima lima SPT. Batas akhir penyerahan proposal tanggal 30 Juni 2009. Satu SPT merupakan bonus dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, untuk salah satu desa di Kebumen.

Tiga tahun nanti akan terbukti, waduk mini bisa membuat para petani makmur. Jika waduk mini ditiru, itu makin bagus, karena jumlah dan penyebarannya makin besar dan meluas. Artinya, konservasi dan penghijauan perbukitan dan lahan-lahan gundul menjadi hutan tanaman buah dapat terlaksana dengan cepat.

Berarti pula, air tanah makin banyak. Air yang ditahan perakaran tanaman makin banyak, erosi (run-off) tidak terjadi lagi di perbukitan yang menjadi biang banjir dan tanah longsor. Kalau sudah begini, tidak hanya masyarakat desa yang sejahtera tetapi juga masyarakat kota yang mendapat dampak positif dari turunnya urbanisasi. (32)

Oleh Pratomo.
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters

Warning: strftime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 250
free counters
Alpen Steel Facebook